51动漫

51动漫 Official Website

Mewujudkan Excellence University Governance Berdasarkan Nilai Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathanah

Prof Dr Hamidah MSi Ak CA CMA CRMO QGIA QIA CACP saat menyampaikan orasi ilmiah dalam pengukuhannya sebagai guru besar
Prof Dr Hamidah MSi Ak CA CMA CRMO QGIA QIA CACP saat menyampaikan orasi ilmiah dalam pengukuhannya sebagai guru besar (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Dalam menjaga kualitas akademisi dalam riset dan inovasi, 51动漫 (UNAIR) kembali kukuhkan empat guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (). Salah satu guru besar tersebut yaitu Prof Dr Hamidah MSi Ak CA CMA CRMO QGIA QIA CACP pada Rabu (22/10/25).Dalam acara yang terselenggara di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C tersebut, Prof Hamidah menyebut pentingnya mewujudkan Excellence University Governance pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Melalui penguatan peran Badan Pengawas Internal berdasarkan nilai Shidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.

淭ransformasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) merupakan tonggak penting dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Universitas mendapatkan otonomi luas untuk mengelola keuangan, aset, dan sumber daya. Namun, otonomi tanpa tata kelola yang kuat berisiko menimbulkan praktik penyimpangan dan komersialisasi pendidikan, ungkapnya.

Prof Hamidah menyebut adanya risiko tersebut dapat teratasi dengan pengawasan internal yang menjadi instrumen penting dalam menjaga ketaatan terhadap regulasi dan stabilitas keuangan universitas. Perlu sistem pengawasan yang efektif untuk memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi benar-benar berjalan.

淧engendalian internal dalam konteks PTNBH berfungsi sebagai garda terdepan ketaatan regulasi. Efektivitas pengawasan internal dapat meningkatkan akuntabilitas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi. Karena ketaatan terhadap regulasi ini bukan sekadar kepatuhan administratif, melainkan cermin integritas lembaga, terangnya.

Lebih lanjut, Prof Hamidah menuturkan bahwa sistem pengawasan internal tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme audit. Namun, harus diperkuat dengan budaya integritas dan etika profetik. Nilai-nilai Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah menjadi fondasi moral dalam tata kelola universitas.

淚mplikasi dari implementasi nilai Nabi Muhammad yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah sebagai dasar praktik  pengendalian internal, akan mewujudkan universitas yang berintegritas serta tata kelola yang mampu menumbuhkan kepercayaan publik. Dengan demikian perguruan tinggi dapat menjadi teladan etika dan moralitas di tengah masyarakat, tutupnya. 

Penulis: Selly Imelda

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT