51

51 Official Website

Mewujudkan SDG 8 dan 9: BBK 7 Kembangan Dampingi UMKM Mengadopsi QRIS

Penyampaian Materi oleh Anggota BBK 7 kepada Pelaku UMKM Desa Kembangan dalam Program Kerja UMKM Ber-QRIS di Kantor Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Rabu (14/01/206)
Penyampaian Materi oleh Anggota BBK 7 kepada Pelaku UMKM Desa Kembangan dalam Program Kerja UMKM Ber-QRIS di Kantor Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Rabu (14/01/206) (Foto:Dok. BBK 7 Desa Kembangan)

Peralihan sistem pembayaran dari tunai ke non-tunai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pedagang di pedesaan. Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 menyelenggarakan program UMKM Ber-QRIS di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) ini dihadiri oleh 24 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perwakilan setiap RW. Tak hanya pelaku usaha, kegiatan ini juga melibatkan pengurus PKK bidang Kewirausahaan. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerap ilmu teknis agar dapat membimbing warga lain di kemudian hari, memastikan keberlanjutan program digitalisasi meski masa pengabdian mahasiswa telah usai.

Kegiatan dikemas dengan pendekatan penyuluhan interaktif. Sebelum masuk ke teknis, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai Quick Response Code Indonesian Standard  (QRIS) serta konsep bahwa sistem QRIS sangat bermanfaat untuk pencatatan otomatis hingga efisiensi operasional.

Penanggung Jawab kegiatan, Alerie Moreno Soeksin, menjelaskan, Kami ingin memastikan warga tidak hanya sekedar mendaftar, tapi benar-benar paham kegunaannya. Jadi pendekatannya adalah literasi dahulu, baru registrasi agar keberlanjutannya terjaga, ujarnya.

Setelah sesi materi, kegiatan berlanjut ke sesi pembuatan QRIS. Mahasiswa mendampingi peserta satu per satu secara intensif. Proses ini meliputi pengisian data usaha, unggah foto identitas, hingga verifikasi rekening bank. Pendampingan secara langsung ini memastikan setiap UMKM, termasuk para kader PKK, memahami alur pendaftaran hingga berhasil memiliki akun QRIS yang valid.

Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan peserta selama sesi diskusi. Melalui sinergi edukasi dan eksekusi ini, 24 peserta UMKM diharapkan menjadi penggerak digitalisasi di Desa Kembangan, memicu iklim usaha yang lebih modern dan berdaya saing.

Program ini mendukung visi Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Pada SDGs 8, pembayaran digital membantu pedagang menjangkau pembeli cashless sehingga usaha makin produktif. Sementara pada SDGs 9, inisiatif ini menjembatani kesenjangan teknologi di desa. Dengan memiliki rekam jejak digital yang jelas, para pedagang kelak akan lebih mudah mengakses layanan bank atau bantuan modal usaha di masa depan.

Penulis: Fiona Metta

AKSES CEPAT