51动漫

51动漫 Official Website

Migrasi manusia, penyakit menular, wabah penyakit, dan krisis kesehatan global

Ilustrasi migrasi (sumber; dok istimewa)

Migrasi memiliki sejarah panjang sejak zaman prasejarah, dengan bukti dari arkeologi dan teknologi. Rumpun bahasa Austrik dan Niger-Kongo, yang berasal dari Kepulauan Bismarck di bagian timur New Guinea sekitar tahun 1350BP, bermigrasi ke barat sepanjang pantai New Guinea dan tenggara melalui Kepulauan Solomon ke berbagai pulau. Penyebaran budaya Lapita terkait dengan ekspansi Neolitikum di kepulauan Asia Tenggara, yang membawa teknologi dan bahasa Austronesia. Teknologi dari Asia Tenggara, seperti pertanian menetap, domestikasi hewan, peralatan batu, dan pembuatan tembikar, diperkenalkan pada periode ini. Era Neolitik dianggap sebagai awal peradaban manusia, dan rumpun bahasa Austrik dan Niger-Kongo memainkan peran penting dalam pengembangan praktik bahasa dan budaya selama era peradaban manusia 3.000 SM hingga 500 M. Penyakit menular mempunyai sejarah panjang sejak zaman prasejarah, dengan tiga wabah pandemi besar: wabah Justinianus, wabah Kematian Hitam, dan pandemi wabah pes (1855-1959).

Perdagangan maritim, yang dimulai di kawasan Mediterania dan Samudra Hindia antara 3.000 SM dan 500 M, merupakan bagian penting dari dunia kuno. Kerajaan Sriwijaya di Indonesia merupakan pusat perdagangan dan kerajaan maritim yang signifikan pada abad ke-7 hingga ke-13. Jalur perdagangan maritim di Asia melibatkan Tiongkok hingga Laut Cina Selatan, Selat Malaka, Kerajaan Sriwijaya, India, Oman, dan Arab. Pelabuhan Banten, sebuah pelabuhan internasional, berfungsi sebagai jalur perdagangan sutra antara Cina, Siam, Benggala, Mekah, Denmark, dan Inggris. Hubungan Tiongkok dengan Prefektur Banten harmonis, namun populasi di Prefektur Banten berkurang pada tahun 1879 akibat wabah pes. Pertukaran Kolumbia merupakan peristiwa bersejarah yang menggambarkan perpindahan penyakit malaria dari Dunia Lama ke Dunia Baru, khususnya benua Amerika. Ini dimulai pada tahun 1492 ketika Spanyol dan Portugal menjadi negara Eropa pertama yang melakukan perjalanan ke Amerika untuk memperkenalkan tanaman baru. Lebih dari dua belas juta budak Afrika bermigrasi ke Amerika, dan orang-orang Lah Afrika adalah orang pertama yang tertular malaria dari orang-orang Eropa yang terinfeksi.

Namun, budak-budak Afrika ini lebih kebal terhadap malaria dibandingkan orang Amerika, sehingga penyakit ini semakin mewabah di Amerika. Malaria berasal dari Afrika sub-Sahara, tempat Plasmodium menginfeksi primata non-manusia dan bermutasi menjadi manusia. Penyakit ini menyebar dari Afrika sub-Sahara ke pedesaan Italia di Eropa ketika masuknya budak dari Afrika memasuki Eropa. Penyakit ini menyebar lebih jauh dengan terjadinya perang Kartago antara Kartago dan Roma sekitar abad ke-3 SM. Malaria menyerbu Indonesia (saat itu disebut Hindia Belanda) pada tahun 1852 dan terus mewabah hingga tahun 1854. Nyamuk Anopheles beradaptasi dengan iklim yang lebih dingin dan berevolusi ke wilayah Eropa utara hingga Spanyol, Portugal, dan Prancis. Pandemi flu Spanyol tahun 1918 disebabkan oleh tipe A subtipe H1N1 yang diturunkan dari keturunan virus tahun 1918. Pandemi berikutnya pada tahun 1957, 1968, dan 2009 diwarisi dari keturunan virus 1918, yang memperoleh satu atau lebih gen melalui reassortment.

Sri Endah Kinasih1, Shrimarti Rukmini Devy2, Toetik Koesbardiati1, Mochamad Kevin Romadhona1

AKSES CEPAT