UNAIR NEWS – Guru besar emiritus departemen IKM 揔P FK UNAIR Prof Dr Arsiniati M.Brata Arbai, DA., Nutr., wafat di usia ke 82 tahun pada senin (23/4) pukul 13.00 WIB. Dua jam berselang, jenazah disemayamkan di Aula FK UNAIR (23/4). Untuk selanjutnya, jenazah dikebumikan di Malang.
Tidak hanya keluarga, kabar meninggalnya Prof Arsiniati juga membawa duka bagi sejawat dokter FK UNAIR. Seperti halnya Prof. Dr dr Sri Kardjati Msc, salah seorang sejawat yang diketahui cukup dekat dengan Prof.Arsiniati.
淭erakhir bertemu Januari lalu sebelum beliau menjalani operasi di Grha Amerta RSUD Dr. Soetomo. Begitu saya dengar beliau mau operasi, saya tunggu sampai selesai operasi,漸jarnya.
Kedekatan keduanya terjalin sejak tahun 1985, ketika keduanya sama-sama membidangi ilmu gizi di FK UNAIR.
Sejauh ini, Prof Arsiniati hampir tidak pernah memperlihatkan atau mengeluh tentang kondisi kesehatannya. Bahkan, ketika Prof Sri menjenguknya, Prof Arsiniati berpesan untuk tidak mengabarkan kondisinya kepada orang lain.
Semasa hidup, Prof Arsiniati dikenal aktif di bidang penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat. Bahkan, belia lebih populer dengan sebutan profesor 榯empe. Sebab saat disertasi, ibu empat orang anak ini meneliti potensi gizi dari makanan olahan kacang kedelai ini.
Dalam disertasinya Prof Arsiniati mengangkat 榢asta tempe dengan menonjolkan manfaatnya bagi kesehatan, dimana telah dibuktikan tempe adalah makanan bebas kolesterol.
Sementara itu Kepala Departemen IKM-KP FK UNAIR Dr. Sulistiawati Mkes terkesan dengan Prof Arsiniati. Baginya, beliau adalah sosok perempuan inspiratif dan keibuan.
淎da satu mimpi besar Prof Arsiniati yang belum kesampaian. Yaitu mengembangkan divisi gizi dengan mendirikan program studi S2 spesialis gizi klinik,漸ngkapnya.
Prof Arsiniati berkeinginan keras ingin mewujudkan mimpinya itu sebagai salah satu bentuk totalitasnya sebagai seorang guru besar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.
淜ami berupaya melanjutkan mimpi Prof Arsiniati. Tapi memang harus sabar,漸ngkapnya.
Naskah : Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Nuri Hermawan





