UNAIR NEWS – Seringkali masyarakat awam meyakini, jika rambut beruban disebabkan karena terlalu sering keramas atau karena tidak cocok dengan jenis shampo tertentu. Ada juga yang meyakini, rambut beruban karena terlalu banyak memikirkan sesuatu hal. Benarkah demikian?

Kepada UNAIR NEWS, dokter ahli kulit kelamin Fakultas Kedokteran 51动漫 Dr. Afif Nurul Hidayati Sp.KK, FINSDV menjelaskan seputar mitos dan fakta rambut beruban.
Setiap hari, siapapun, dihadapkan dengan banyak masalah atau urusan yang menuntut kita untuk berfikir. Selama berfikirnya wajar, maka tak akan berdampak bagi kesehatan. Namun ketika berfikir terlalu berat hingga mengakibatkan stres psikologis, maka itu yang harus dihindari. Sebab, stres yang berlebihan justru mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar oksidan di dalam tubuh. Dampaknya jelas merugikan tubuh, termasuk rambut.
Sementara itu, pemakaian shampo sebenarnya tidak akan memicu munculnya uban secara dini. Sebab, shampo tidak memiliki efek menghilangkan melanin di rambut, kecuali shampo yang mengandung bleaching agents.
Apakah mencabut rambut beruban aman dilakukan?
Rambut beruban merupakan kondisi yang sifatnya progresif dan menetap, meskipun, dapat dimungkinkan terjadi repigmentasi. Pencabutan uban dianggap efektif jika dilakukan kurang dari 10% rambut yang beruban. Hindari pencabutan rambut yang terlalu banyak, karena kebiasaan ini sebenarnya dapat menyebabkan terjadinya keradangan pada kulit kepala.
Oleh karena belum ada terapi yang efektif untuk rambut beruban, maka terapi yang efektif dilakukan adalah dengan kamuflase. Bagaimana caranya? Yakni dengan mengecat rambut menggunakan pewarna sementara (pewarnatekstil), natural (henna), semipermanen, dan permanen. Namun jika rambut beruban disebabkan karena penyakit atau kondisi tertentu, maka kondisi rambut akan membaik seiring dengan pulihnya kondisi fisik. (*)
Penulis : Sefya Hayu
Editor : Binti Q. Masruroh





