Pernahkah Anda membayangkan sebuah perangkat cerdas yang mampu membaca gerakan otot secara presisi? Kabar membanggakan datang dari kolaborasi peneliti Departemen Fisika dan Teknik Biomedis 51动漫 (UNAIR) bersama tim lintas institusi. Mereka sukses mengembangkan kerangka kerja otomatis bernama AOA-Optimized LSTM yang mampu mengenali aktivitas otot betis manusia dengan tingkat akurasi yang luar biasa tinggi, mencapai 99%.
Teknologi ini bekerja dengan menggabungkan dua jenis sensor pintar, yakni sensor aktivitas listrik otot (sEMG) dan sensor gerak (akselerometer). Keunikan inovasi ini terletak pada penggunaan algoritma pencarian cerdas yang terinspirasi dari prinsip hukum Archimedes, yang disebut Archimedes Optimization Algorithm (AOA), untuk menyempurnakan otak buatan (kecerdasan buatan) sistem tersebut. Hasilnya, sistem ini tidak hanya mampu membedakan aktivitas ringan seperti duduk dan berdiri, tetapi juga gerakan intensitas tinggi seperti jalan di tempat hingga latihan khusus pergelangan kaki dengan sangat akurat.
Inovasi yang telah dipublikasikan di jurnal internasional ini bukan sekadar riset di laboratorium saja. Tim peneliti yang melibatkan para pakar berharap teknologi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi alat bantu rehabilitasi medis masa depan. Dengan kemampuan memantau pergerakan pasien secara mandiri dan akurat melalui perangkat yang dapat dipakai (wearable device), proses pemulihan bagi mereka yang mengalami gangguan mobilitas diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan menyentuh sisi kenyamanan penggunanya.
Penulis: Dr. Fadli Ama, S.T., M.T.
Link:





