UNAIR NEWS (MPR) RI berkolaborasi dengan 51动漫 (UNAIR) menggelar Seminar Kebangsaan MPR RI Goes to Campus dengan tajuk Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim. Acara ini berlangsung pada Rabu (19/3/2025) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen lantai 5, Kampus MERR-C UNAIR.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat UNAIR, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih Dra MSi hadir sebagai pemateri bersama Wakil Ketua MPR RI, Dr Eddy Soeparno SH MH. Rektor UNAIR. Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, juga turut hadir untuk memberikan sambutan.
Peran UNAIR dalam Transisi Energi
Dalam pemaparannya, Prof Nyoman menegaskan bahwa UNAIR memiliki peran aktif dalam isu perubahan iklim dan transisi energi. Ia menyoroti pendekatan komprehensif yang UNAIR tetapkan dalam menangani masalah ini. Menurutnya, transisi dari energi fosil ke energi terbarukan harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem, keberlanjutan biodiversitas, serta dampak lingkungan secara menyeluruh.
“Di UNAIR, kami berpikir secara komprehensif. Transisi energi tidak hanya soal beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan, tetapi juga bagaimana makhluk hidup dan lingkungannya dapat berinteraksi secara harmonis. Kami ingin memastikan bahwa transisi ini tidak mengorbankan biodiversitas dan keseimbangan ekosistem,” tegasnya.
Prof Nyoman juga menyoroti pentingnya memasukkan aspek biodiversitas dalam kebijakan transisi energi untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam dan ketahanan pangan. 淜ami mengusulkan agar biodiversitas juga menjadi bagian dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET). Swasembada pangan, air, dan energi adalah aspek yang tidak dapat dipisahkan, tegasnya.

Inovasi Energi Berkelanjutan
Sebagai bentuk kontribusi nyata, UNAIR telah berperan dalam berbagai inovasi energi ramah lingkungan. Salah satu pencapaiannya adalah kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, dan PT Industri Kereta Api (INKA) dalam pengembangan Merah Putih Electric Bus untuk kegiatan G20 di Bali.
“Mahasiswa UNAIR turut berkontribusi dalam riset dan pengembangan bus listrik ini. Meskipun (FTMM) tergolong baru, mereka bekerja keras bersama (FST), bahkan hingga larut malam di PT INKA untuk mewujudkan proyek ini,” ungkapnya.
UNAIR melalui (RCeNREE) juga aktif melakukan riset terkait energi terbarukan, termasuk pengembangan kendaraan listrik dan energi berbasis angin, air, serta panas bumi. Selain itu, UNAIR juga menginisiasi (WUACD), yang kini beranggotakan 41 perguruan tinggi dunia. Organisasi ini berfokus pada isu keberlanjutan global, termasuk energi baru terbarukan.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





