Reaksi inflamasi bakteri di akar gigi dan kegagalan perawatan saluran akar akan menyebabkan lesi periapikal bertambah buruk. Beberapa penyebab umum radiolusensi periapikal meliputi trauma, karies, atau keausan gigi. Karakteristik biologis, fisik, dan kimia dari sealer saluran akar harus baik dan biokompatibel. Jenis bahan pengisi sangat menentukan kemanjuran pengobatan. Sealer mengeluarkan zat yang berinteraksi dengan jaringan periradikuler dengan cara berbeda dan menyebabkan efek berbeda pula pada struktur histologis jaringan periapikal.
Pembedahan Periapikal
Pembedahan periapikal telah disarankan sebagai pilihan pengobatan untuk gigi dengan lesi periapikal ketika gigi tersebut tidak merespon terhadap terapi saluran akar konvensional. Karena tujuan utama operasi adalah menutup daerah apikal, bahan yang dipilih untuk pengisian ujung akar akan mempengaruhi hasil operasi. Oleh karena itu, bahan yang digunakan harus memiliki sifat-sifat berikut: biokompatibilitas, seal marginal dan perlekatan yang sangat baik pada dentin, aktivitas antimikroba, sitotoksisitas rendah, stabilitas dimensi dan ketahanan kompresi.
Mineral Trioksida Aggregate (MTA), merupakan semen endodontik yang biokompatibel dan hidrofilik, dapat mendorong osteogenesis dan penyembuhan. Ini terdiri dari serbuk trioksida yang terbuat dari trikalsium oksida, silikon oksida, dan bismut oksida yang mengeras jika ada kelembaban, bersama dengan partikel hidrofilik tambahan seperti trikalsium silikat dan trikalsium aluminat. PH gel koloid adalah 12,5, dihasilkan ketika serbuk dibasahi, dan mengeras menjadi suatu struktur dalam 3 hingga 4 jam.
Ketika MTA terpapar ke jaringan manusia, ia dapat melepaskan ion kalsium untuk perkembangan sel. Karena pH basa, ia juga mengatur produksi sitokin dan mendukung lingkungan antibakteri. Akibatnya, ia mendorong migrasi dan diferensiasi sel-sel penghasil jaringan keras, yang pada gilirannya menghasilkan produksi hidroksiapatit pada permukaan MTA dan pembentukan seal biologis. Karena biokompatibilitasnya, kualitas antibakterinya, kemampuan penutup kebocoran dan sifat hidrofiliknya, semen ini berbeda dari semua bahan lain yang sekarang digunakan. Sangat penting untuk memahami bagaimana biomaterial ini berfungsi, bagaimana perilakunya ketika bersentuhan dengan bahan gigi lainnya. Serta yang paling penting, apa dampaknya terhadap jaringan apikal dan bagaimana sel-sel di sekitar bahan tersebut bereaksi.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan di antara bahan-bahan yang kami lihat, spesimen yang dikemas dengan MTA menunjukkan reaksi histologi yang paling baik. Dibandingkan dengan bahan pengisi lainnya, hasil yang lebih baik terlihat pada jumlah fibroblas dan pertumbuhan tulang alveolar baru. Bahan pengisi MTA tampak bersifat biokompatibel dan tidak menyebabkan peradangan yang signifikan serta merupakan modulator pertumbuhan tulang baru. Beberapa zat yang dilepaskan dari senyawa ini mampu mempercepat penyembuhan jaringan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa MTA memiliki kualitas biokompatibel, menjadikannya bahan yang terbaik pada pengisian saluran akar secara retrograde.
Penulis: Dr. Christian Khoswanto, drg., M.Kes.
Baca juga: Peran Sinyal Wnt pada Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi





