UNAIR NEWS – Nalia Graciella Kerrysa mahasiswa 51动漫 (UNAIR) Prodi Teknologi Sains Data Fakultas Maju dan Multidisiplin (FTMM), saat ini tengah mengikuti program (IISMA) Indonesian International Student Mobility Awards di University College Cork, Irlandia selama satu semester.
Mahasiswa asal Bandung itu mengambil mata kuliah computer science dan statistika. Menurutnya karena kedua mata kuliah tersebut selaras dengan prodi asalnya, yaitu Teknologi Sains Data.
淜alau disini mata kuliahnya bebas mau ngambil apa saja. Namun saya memilih computer science dan statistik, karena memang searah dengan yang sedang saya pelajari. Menurut saya (juga) bisa membekali hal-hal yang saya butuhkan, ujarnya pada Senin (9/10/2023).
Perjuangan yang Tak Mudah
Nalia Graciella menceritakan bahwa ini pada awalnya ia tidak membayangkan akan mengikuti pertukaran mahasiswa di Irlandia. Ia menyampaikan bahwa ini bukan pertama kali mencoba mendaftar IISMA. Mahasiswa FTMM ini sempat gagal lolos sebelum akhirnya lolos di University College Cork, Irlandia tahun ini.
淲aktu itu (tahun lalu) aku juga pernah mencoba daftar IISMA ke Australia. Yang pertama kali itu saya gak lolos tahap interview. Karena memang harus berbicara dalam bahasa Inggris, sehingga harus latihan lagi terutama speaking, jelasnya.
Menurutnya, dalam mengikuti program IISMA membutuhkan persiapan dan perjuangan yang tidak mudah. Dalam sesi wawancara, ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang ingin lolos dan mengikuti IISMA harus mempersiapkan banyak hal. Mulai dari sebelum tes, mempersiapkan dokumen-dokumen dan juga belajar terutama english test.
淵a harus belajar lah ya, mempersiapkan ujian tes nya. Persiapan bikin essay, jawabnya.
Pengalaman dan Culture Shock
Mahasiswa kelahiran 2002 itu juga menceritakan pengalamannya selama berada di Irlandia untuk mengikuti program IISMA. Ia menyampaikan, bahwa harus mulai beradaptasi mulai dari cuaca hingga kebiasaan dan budaya yang ada. Dari aspek budaya, ia cukup kaget dengan budaya orang dan lingkungan tempat ia tinggal.
淢asih belum terbiasa dengan matahari yang terbenamnya baru jam 8 malam. Untuk culture shock memang disini (ada) kebiasaan untuk pergi ke bar, itu lumayan bikin saya agak kaget, katanya.
Nalia juga membagikan pengalaman dari aspek perkuliahan. Ada hal yang menarik baginya, yaitu ruangan kelasnya yang membuatnya nyaman.
淩uangan kelas dengan kaca (jendela) yang sangat besar-besar, semuanya (pemandangan) dari luar bisa kelihatan, lanjutnya.
Tantangan dan Tanggung Jawab
Pada akhir sesi wawancara, Nalia menyampaikan tantangan yang ia hadapi selama mengikuti program IISMA ini. Menurutnya konversi nilai SKS mata kuliah yang tidak bisa dikonversi adalah salah satu permasalahan yang menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab selama mengikuti program IISMA.
淢engambil IISMA ini siap untuk merelakan beberapa hal. Seperti kemungkinan harus tambah satu semester, atau lulusnya agak lama atau mungkin harus ada tugas tambahan karena ada mata kuliah yang tidak bisa konversi SKS, ungkapnya.
Namun, menurutnya hal tersebut jangan sampai menghalangi keinginan dan cita-cita jika memang ingin mengambil IISMA atau program ke luar negeri.
淛angan sampai menghalangi kalian untuk pergi ke luar negeri, bertemu orang baru dan menambah koneksi. Good luck, tetap semangat dan lakukanlah yang terbaik dalam berbagai kesempatan, tutupnya dalam sesi wawancara kali ini.
Penulis: Tsaqifa Farhana Walidaini
Editor: Nuri Hermawan





