51动漫

51动漫 Official Website

Nano Liposom Ekstrak Kunyit Sembuhkan Tukak Mukosa Bibir

Mukosa merupakan bagian penting dari anatomi mulut manusia. Mukosa melapisi bagian dalam bibir yang selalu basah karena sekresi kelenjar mukus. Kelenjar mukus tidak hanya membasahi bibir namun juga berperan sebagai barrier pertahanan dari potensi infeksi penyakit. Salah satu potensi infeksi pada bibir dapat menyebabkan timbulnya tukak (borok) pada bibir yang menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat makan.

Tukak merupakan luka yang menggaung pada mukosa atau kulit. Bagian dalam luka lebih dalam dan lebar dari pada bagian mulut luka. Tukak menjadi sulit disembuhkan karena luka yang sebenarnya tidak terekspose jauh dari permukaan. Umumnya agen infeksi yang tumbuh dalam tukak memiliki kemampuan bertahan hidup secara anaerobik. Tidak semua obat atau bahan obat yang dapat membunuh bakteri anaerobik.

Tukak menyebabkan respon radang di sekitarnya. Kerusakan mukosa pada tukak memicu respon radang dari sel imunokompeten. Sel imun mengeluarkan sitokin pro inflamasi, sebuah mediator radang yang memperluas dan meningkatkan intensitas nyeri di sekitar tukak. Beberapa sitokin pro inflamasi yang dikeluarrkan antara lain, TNF alfa, interleukin 1, interleukin 6, MMP dan sejenisnya. Potensi tukak menjadi kronis dan sulit disembuhkan disebabkan oleh kehadiran TNF alfa sebagai respon radang dari sel imunokompeten

Kunyit selama ini dikenal luas dan telah dimanfaatkan secara empiris sebagai anti radang. Khasiat anti radang kunyit bahkan dikenal meluas melalui sediaan jamu yang dapat menurunkan demam. Aktivitas anti radang kunyit salah satunya dapat menghambat aktivitas sel imunokompeten untuk melepaskan TNF alfa. Uji coba secara invitro membuktikan khasiat ekstrak kunyit. Sayangnya, ekstrak kunyit kerap kali gagal pada uji invivo pada hewan coba atau pada manusia,

Kunyit memiliki zat aktif berkhasiat obat yang disebut dengan curcumin. Curcumin dalam kunyit memiliki khasiat sebagai anti radang dan antioksidan. Kunyit tidak memiliki kelarutan dan absorbs yang baik melewati mukosa Pencernaan. Hal inilah yang menyebabkan ekstrak kunyit gagal menunjukkan khasiat pada uji invivo.

Curcumin harus dibantu masuk sampai ke target melalui sebuah sistem penghantaran obat yang baik. Selain itu, curcumin juga perlu diperkecil ukuran molekulnya sampai ke ukuran nano yang dapat menembus membrane mukosa. Studi ini mencoba membuat sediaan ekstrak kunyit yang berukuran nano dalam bentuk liposom sebagai media pengantaran obat yang baik untuk penyembuhan tukak bibir,

Hasil uji coba menunjukkan keberhasilan upaya memperkecil ukuran cucrcumin sampai ke nano. Nano curcumin selanjutnya diproses dengan memperangkapnya ke dalam buih liposom yang dibuat dari fosfolipid (lemak) dan air. Fase air dan minyak yang dikocok dengan kecepatan tinggi menggunakan sonicator dapat memperangkap curcumin di dalam buih berukuran nano yang tak kasat mata. Sediaan nanoliposome dari ekstrak kunyit selanjutnya diuji coba secara invivo pada tukak bibir hewan coba tikus putih. Hasil uji coba menunjukkan kadar TNF alfa terukur lebih rendah pada tikus yang diberikan nanoliposome ekstrak kunyit.

Hasil uji coba memberikan harapan ke depan bagi pemanfaatan nanoliposome ekstrak kunyit tidak hanya untuk tukak bibir tapi juga untuk luka lain yang meradang. Nanoliposome ekstrak kunyit memberikan nilai tambah bagi pemanfaatan ekstrak kunyit bagi Masyarakat

Penulis : Bambang Purwanto

Sumber : The Effect of Nanoliposome Tumeric Extract Gel (Curcuma longa L.) On TNF Alpha Level of Traumatic Ulcer Healing in The Labial Mucosa Wistar Rats (Rattus Norvegicus). BIO Web of Conferences No 49. 2023

AKSES CEPAT