Pengelolaan zakat di Indonesia masih banyak dilakukan secara tradisional, seperti membayar zakat langsung ke masjid. Metode ini sering kali menyebabkan pencatatan yang kurang terstruktur, sehingga lembaga zakat seperti BAZNAS belum optimal dalam mengelola zakat. Zakat, sebagai ibadah yang berhubungan langsung dengan syariat Islam, memerlukan transparansi yang tinggi. Hal ini penting mengingat pertanggungjawaban yang besar, baik kepada donatur (muzakki) maupun kepada Allah di akhirat nanti.
Beberapa lembaga zakat berusaha meningkatkan transparansi melalui audit berkala dan laporan tahunan. Namun, ketergantungan pada metode tradisional tetap membuka celah manipulasi data. Teknologi blockchain dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat. Penggunaan blockchain, yang memungkinkan pencatatan transaksi yang aman dan tidak dapat diubah, dapat mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia.
Peningkatan pengumpulan zakat di Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan dampak positif dari digitalisasi. Sekitar 70% mustahik zakat berasal dari kalangan muda berusia 25-44 tahun yang lebih suka menggunakan layanan pembayaran zakat secara digital. Dengan meningkatnya adopsi digital, blockchain muncul sebagai teknologi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan zakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi blockchain dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Meskipun beberapa penelitian tentang zakat berbasis blockchain telah dilakukan, pembahasan mengenai niat dan kesiapan untuk mengadopsi teknologi ini di Indonesia masih terbatas. Penulis melakukan studi kasus di Indonesia dengan 270 responden dari berbagai wilayah, menggunakan metode kuantitatif melalui model UTAUT dan wawancara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pengguna zakat online untuk mengadopsi blockchain. Data menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kemudahan penggunaan dan kepercayaan terhadap teknologi memberikan dampak signifikan, meskipun ekspektasi usaha masih perlu ditingkatkan. Bagi pembuat kebijakan dan akademisi, penerapan zakat berbasis blockchain memerlukan kajian yang lebih mendalam, mengingat Indonesia yang terus berkembang dan membutuhkan adaptasi terhadap teknologi baru.
Temuan penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga zakat dan regulator untuk mempercepat penerapan blockchain, guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Penting juga untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada lembaga zakat terkait dengan inisiatif pembayaran zakat secara online.
Penulis: Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.
Link:
Baca juga: Mengapa Generasi Milenial Muslim Tertarik Berwakaf Uang Online?





