Akne vulgaris (AV) seringkali muncul pada usia pubertas, banyak diantara penderita AV merasa malu dan tidak percaya diri dengan penampilan mereka sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, karena AV yang utamanya muncul di wajah sehingga sering dicibir.
Saat ini banyak media mempublikasikan manfaat dari teh hijau karena memiliki kandungan anti oksidan tinggi untuk meredakan inflamasi, salah satu kandungannya adalah Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) sebagai antiinflamasi, anti proliferasi sel, dan anti karsinogenik terhadap zat kimia serta radiasi ultraviolet.
Dermatology Life Quality Index (DLQI) merupakan sebuah kuisioner yang digunakan untuk mengukur seberapa besar permasalahan atau penyakit kulit dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan studi quasi- experimental dengan desain pre-tes dan post-tes, dan kontrol grup. Studi ini dilakukan pada penderita AV yang datang di URJ kosmetik medik RSUD Dr, Soetomo Surabaya dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil terapi dan juga perbandingan nilai DLQI pada penderita AV yang mendapatkan krim EGCG sebagai terapi ajuvan dari krim tretinoin 0,025%.
Sampel berjumlah 46 yang setuju untuk mengikuti peneltian lalu dibagi menjadi kelompok yang diberi krim EGCG dan krim tretinoin 0,025% dan kelompok yang hanya diberi krim tretinoin 0,025%. Penderita AV pria dan wanita, rentang usia 15-35 tahun, belum pernah diberi obat, atau berhenti berobat minimal 1 bulan, tidak hamil atau memiliki penyakit autoimun.
Hasil penelitian kelompok sample dengan krim EGCG selama 4 minggu mengalami perbaikan lesi AV lebih cepat jika dibandingkan dengan kelompok yang hanya mendapatkan krim tretionoin 0,025% pada minggu ke 4. Pada minggu ke 12 semua penderita AV mengalami perbaikan lesi hasil DLQI semua sample mengalami peningkatan kualitas hidup.
Penulis: Farah Meriana Fajrin dr
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





