51动漫

51动漫 Official Website

Nilai Filial Ibu pada Penatalaksanaan Nyeri Non Farmakologis pada Pemasangan Infus Balita

llustrasi ibu dan anak. (Foto: Hello Sehat)
llustrasi ibu dan anak. (Foto: Hello Sehat)

Kehadiran orang tua saat tindakan medis invasif sangat diperlukan untuk mengatasi nyeri pada anak. Pemberdayaan keluarga yang baik dapat membantu perawat dan tenaga medis lainnya, namun dalam pelaksanaannya perlu adanya skala yang jelas. Pemberdayaan keluarga dapat dilakukan dengan meningkatkan rasa percaya diri ibu (filial value) untuk melakukan manajemen nyeri non farmakologi (dalam hal ini intervensi perilaku) pada anak dengan pelatihan dan pendidikan dari perawat. Penerapan manajemen nyeri non-farmakologi untuk mengatasi nyeri selama masa rawat inap oleh perawat masih rendah dan sampai saat ini filial value ibu yang terdiri dari tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian dalam menangani nyeri akibat tindakan medis invasif belum optimal.

Perawat dapat mengalami hambatan dalam menerapkan manajemen nyeri non farmakologis dengan berbagai sebab seperti kurangnya waktu ke pasien, pasien tidak kooperatif, dan persepsi pasien. Manajemen nyeri non-farmakologis memiliki efek samping yang lebih sedikit serta memerlukan biaya rendah dibandingkan terapi kuratif, serta dapat dilakukan setelah pasien pulang. Keterlibatan ibu pada manajemen nyeri masih tidak optimal karena anggapan ibu bahwa penatalaksanaan nyeri adalah tugas perawat, ibu kurang percaya diri/takut untuk mendampingi anaknya saat pemasangan infus, disisi lain perawat enggan melibatkan ibu karena dianggap bisa menghambat prosedur medis akibat kekhawatiran ibu yang berlebihan. Hal ini dapat kontra produktif serta bertentangan pada tujuan dasar asuhan keperawatan untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa filial value seorang Ibu dipengaruhi oleh faktor ibu sendiri (faktor internal) yaitu keyakinan, motivasi, dan sifat pribadi. Hasil penelitian membuktikan bahwa ibu sebaiknya mempunyai motivasi, pengetahuan, sikap, dan kognitif yang baik sehingga ibu siap terlibat dalam manajemen nyeri anak. Mengelola rasa sakit pada anak penting untuk meringankan penderitaan anak, meningkatkan keberhasilan terapi, dan mencegah pengalaman yang buruk sehingga dapat menghindari pelayanan kesehatan di masa depan.

Keterlibatan keluarga dalam menangani nyeri non farmakologis merupakan hal penting yang dilakukan perawat dalam melakukan asuhan keperawatan berdasarkan filosofi perawatan anak yaitu perawatan yang berpusat pada keluarga Family Center Care. Praktisi khususnya perawat, harus secara aktif melibatkan dan meningkatkan keterampilan Ibu untuk mengurangi nyeri pemasangan infus di rumah sakit.

Penulis: Prof. Dr. I Dewa Gede Ugrasena, dr. Sp.A(K)

Link Journal:

AKSES CEPAT