Kejadian obesitas pada anak usia sekolah dapat menyebabkan peningkatan resiko kekurangan zat besi (Fe). Hal ini terungkap dari hasil tinjauan sistematis oleh Wilis dkk tahun 2023, yang dimuat dalam Jurnal Amerta Nutrition. Sebelumnya, diketahui bahwa kejadian defisiensi Fe pada anak-anak banyak dikaitkan dengan kondisi obesitas termasuk juga kelebihan berat badan (overweight), namun hubungan antar keduanya perlu diidentifikasi lebih lanjut. Karena itu tinjauan sistematis yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara obesitas pada anak usia sekolah (7-19 tahun) dengan defisiensi Fe serta parameter spesifik yang digunakan melalui tinjauan sistematik.
Adapun metode yang digunakan untuk melakukan tinjauan sistematis yaitu melalui pencarian artikel di tiga database, antara lain PubMed, scopus dan scienceDirect. Strategi pencarian literatur dilakukan dengan Covidence software dengan memasukkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Lima literatur terpilih dari rentang tahun 2015 hingga 2021.
Kekurangan Fe didefinisikan sebagai adanya dua atau lebih nilai abnormal dari beberapa parameter, diantaranya serum ferritin (SF) <15µg/L, serum iron (SI) <10.7 µmol/l, Total iron Binding Capacity (TIBC) >62,7 µmol/l, dan (iv) %Transferrin Saturation (%Tsat) <15%. Defisiensi Fe pada kondisi obesitas terjadi melalui peningkatan mekanisme proinflamasi dan peran leptin yang dapat menurunkan ketersediaan serta penyerapan Fe dalam tubuh. Parameter (sTfR) Soluble Transferrin Receptor digunakan sebagai parameter terbaik untuk mengidentifikasi defisiensi Fe pada individu obesitas. Sedangkan (SF) Serum Ferritin memiliki keterbatasan sebagai indikator status besi pada
anak obesitas.
Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian obesitas pada anak-anak dapat menyebabkan peningkatan resiko defisiensi Fe. Masalah kekurangan zat besi dan obesitas menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memiliki efek kesehatan jangka pendek dan panjang yang merugikan, terlebih anak usia sekolah yang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Parameter sTfR secara signifikan tidak dipengaruhi oleh peradangan karena adipositas sehingga dapat membedakan defisiensi Fe dari hipoferromie inflamasi.
Penulis: Dr. Siti Rahayu Nadhroh, S.KM, M.Kes.
Referensi:
Ayu, W. C., Nathania, D., Ikhwanurrosida, R., & Rahayu Nadhiroh, S. Occurrence of Obesity and Its Relation to Fe Deficiency in School-Age Children: A Systematic Review: Kejadian Obesitas dan Hubungannya dengan Defisiensi Fe pada Anak Usia Sekolah: Tinjauan Sistematis. Amerta Nutrition, 7(1SP), 30“36





