51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Obesitas Sentral pada Pekerja Perempuan Beresiko Meningkatkan Kelelahan Kerja

Foto oleh fqp.cl

Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan secara nasional mencapai 50,9%. Peningkatan tingkat partisipasi kerja ini seringkali tidak diimbangi dengan upaya perusahaan dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan pekerja. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kecelakaan kerja dikarenakan faktor kelelahan kerja. Menurut International Labour Organization (ILO), setiap tahunnya mencapai 2,78 juta pekerja meninggal karena faktor kelelahan kerja yang memicu penyakit ataupun kecelakaan kerja. Pada tahun 2014, angka kecelakaan kerja sebesar 2.283 kasus.

Kelelahan kerja merupakan kumpulan perasaan lelah yang menimbulkan berbagai dampak baik secara fisik maupun mental yang diakibatkan proses bekerja. Salah satu dampak yang terjadi akibat kelelahan kerja adalah penurunan konsentrasi kerja, yang disertai dengan penurunan efisiensi kerja dan berakibat pada penurunan produktivitas kerja. Kelelahan kerja dapat disebabkan faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri pekerja yang terdiri atas status kesehatan, kualitas tidur, kondisi psikologis pekerja dan status gizi pekerja. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri pekerja meliputi beban pekerjaan, dan lingkungan kerja.

Pekerja perempuan memiliki risiko kelelahan kerja lebih tinggi jika dibandingkan laki-laki. Hal ini berkaitan dengan tingginya persentase lemak tubuh perempuan. Kondisi ini didukung dengan tingginya prevalensi obesitas sentral pada perempuan, yaitu sebesar 42,1%. Persentase lemak tubuh terutama pada bagian perut menyebabkan penurunan nilai VO2 maks. VO2 maks merupakan gambaran tingkat kebugaran jasmani yang dinilai dengan menghitung jumlah oksigen yang digunakan saat beraktivitas. Tingkat kebugaran jasmani dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi fisik dari kelelahan. Pada penelitian sebelumnya didapatkan bahwa pekerja dengan status gizi obesitas sentral berisiko lebih tinggi mengalami kelelahan kerja dibandingkan pekerja dengan status gizi normal atau tidak obesitas sentral.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui status gizi obesitas sentral Berkaitan dengan tingkat kelelahan kerja sedang (46%). Obesitas sentral merupakan suatu kondisi tubuh yang mengalami penumpukan lemak di bagian abdomen atau perut. Penumpukan ini dikarenakan ketidakseimbangan antara asupan energi dengan pengeluaran energi untuk beraktivitas. Obesitas sentral menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami kelelahan daripada orang dengan status gizi tidak obesitas sentral.

Pada orang dengan kondisi obesitas sentral dimana rasio lingkar pinggang panggul untuk perempuan ≥0,8, terjadi penumpukan lemak dibagian perut atau abdomen. Pada kondisi ini, diafragma mengalami penekanan sehingga proses kontraksi diafragma ketika bernapas atau proses masuknya udara ke dalam paru-paru tidak bisa terjadi secara maksimal. Hal ini kemudian menyebabkan pasokkan oksigen didalam paru-paru mengalami penurunan. Rendahnya oksigen dalam paru-paru juga dapat menurunkan ataupun mengganggu proses mekanisme dan metabolisme pada beberapa bagian tubuh, salah satunya pada otot. Rendahnya kadar oksigen ini menyebakan metabolisme energi pada otot terjadi secara anaerob. Proses metabolism anaerob menghasilkan asam laktat sebagai sisa metabolisme. Asam laktat akan mengalami penumpukan di dalam otot dan peredaran darah. Penumpukan asam laktat di dalam otot dapat menurunkan fungsi kerja otot, sehingga seseorang lebih mudah mengalami kelelahan.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi obesitas sentral dengan tingkat kelelahan kerja, dan pekerja wanita dengan status gizi obesitas sentral berisiko 2,78 kali lebih tinggi mengalami tingkat kelelahan kerja yang lebih parah jika dibandingkan pekerja wanita dengan status gizi normal. Untuk itu penting bagi pengusaha untuk dapat memperhatikan status gizi pekerja wanitanya supaya tidak mengalami obesitas sentral karena dapat meningkatkan resiko kelelahan yang lebih tinggi.

Penulis: Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz, M.PH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Mawadatul Khoiroh, Lailatul Muniroh, Dominikus Raditya Atmaka, Shintia Yunita Arini (2022). Hubungan Obesitas Sentral, Durasi Tidur, dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Kelelahan pada Pekerja Wanita di PT Galaxy Surya Panelindo. Media Gizi Indonesia, 17(2): 107-115.

AKSES CEPAT