51动漫

51动漫 Official Website

Olah Sampah Organik, Tim KKN-BBK UNAIR Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzyme

Tim KKN-BBK UNAIR mengadakan sosialisasi pengolahan sampah menjadi eco enzim kepada masyarakat Desa Sirnoboyo, Gresik. (Foto: Istimewa)
Tim KKN-BBK UNAIR mengadakan sosialisasi pengolahan sampah menjadi eco enzim kepada masyarakat Desa Sirnoboyo, Gresik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 3 menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme kepada masyarakat Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Acara tersebut terselenggara pada Sabtu (28/01/2024) di Balai Dusun Paras.

M Assadam Rizqi Saputra selaku perwakilan tim mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memperkenalkan cara pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Program tersebut dilatarbelakangi karena banyak masyarakat di Dusun Paras belum mengetahui manfaat sampah organik seperti sayur-sayuran atau buah-buahan. Padahal, notabene dari mereka bekerja sebagai petani.

淥leh karena itu, kami mengadakan sosialisasi program ini karena eco enzyme kaya akan manfaat. Tidak hanya bermanfaat sebagai pupuk organik, tapi juga bisa bermanfaat untuk hal-hal lainnya seperti pembersih peralatan rumah tangga, pembersih toilet, sabun, bahkan hand sanitizer, terangnya pada Senin (29/01/2024). 

Lebih lanjut, mahasiswa prodi Manajemen itu menjelaskan bahwa ia dan tim mengajarkan masyarakat di sana secara langsung terkait cara pembuatan eco enzyme. Mereka juga mengajarkan bagaimana pemanfaatan eco enzyme untuk lahan pertanian. Selain itu, mereka juga membuat poster panduan tentang pembuatan dan penggunaan eco enzyme agar masyarakat di sana dapat lebih memahami materi sosialisasi. 

淢anfaat pupuk organik, khususnya eco enzyme ini bisa melindungi unsur hara dalam tanah. Jadi, tidak akan merusak lahan perkebunan ataupun pertanian. Sedangkan pupuk anorganik berbahaya untuk unsur hara tanah. Pupuk anorganik juga mengandung bahan kimia dan ini tidak baik untuk tumbuhan yang biasa kita konsumsi, paparnya.

Sadam mengatakan, sosialisasi eco enzyme tersebut berhasil mendapatkan respons positif dari masyarakat. Mereka mengakui pembuatan eco enzyme sangat mudah dan praktis. Terlebih, mereka juga baru mengetahui jika eco enzyme tidak hanya bermanfaat sebagai pupuk organik, tetapi juga kebutuhan lainnya. 

Terakhir, Sadam berharap dengan adanya program tersebut, mereka dapat membantu masyarakat sekitar untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Lebih dari itu, masyarakat di sana juga dapat memanfaatkan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari mereka. 

淪emoga dampak dari kegiatan ini bisa dirasakan langsung bagi masyarakat sekitar dan menjadi motivasi bagi desa lain untuk membuat eco enzyme juga, papar mahasiswa asal Kota Pekalongan itu. (*)

Penulis: Rafli Noer Khairam

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT