51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Olahraga Dapat Meningkatkan Faktor Neurotropik Orang Obes

Foto by Okezone

Prevalensi obesitas di negara maju dan berkembang menjadi masalah kesehatan dengan peningkatan tertinggi terjadi pada wanita. Secara global, obesitas juga dianggap beban sosial tertinggi ketiga setelah merokok dan kekerasan bersenjata. Dan bahkan obesitas tidak lagi dianggap endemi, namun telah menjadi pandemik dan bahkan sindemik.

Obesitas meningkatkan morbiditas, seperti hipertensi, jenis kanker tertentu, diabetes mellitus tipe 2 dan terkait terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Obesitas juga meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif adalah fungsi otak yang berhubungan dengan memori kerja, fungsi memori, belajar, dan fungsi eksekutif. Penurunan fungsi kognitif bisa terkait dengan risiko progresif untuk mengembangkan penyakit demensia, seperti penyakit Alzheimer di kemudian hari. Obesitas juga terkait dengan risiko penyakit degeneratif akibat proses inflamasi sistemik. Pendekatan non-farmakologis didasarkan pada latihan fisik diperlukan untuk mencegah dan mengatasi penurunan fungsi kognitif pada obesitas. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa latihan fisik dapat merangsang ekspresi dan aktivitas faktor neurotropik yang bermanfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif. High Intensity Interval Training (HIIT) adalah strategi latihan yang hemat waktu untuk meningkatkan kesehatan metabolisme, kardiorespirasi, kebugaran dan kadar BDNF sebagai penanda kesehatan otak dan fungsi kognitif. Namun, di sisi lain ada kekhawatiran latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko cedera. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengungkap bagaimana efek Latihan terhadap kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF) sebagai penanda fungsi kognitif.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola peningkatan serum BDNF setelah latihan interval akut versus latihan terus menerus akut pada wanita remaja obesitas. Sebanyak 24 wanita obes, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kontrol, latihan interval moderat dan latihan kontinyu moderat. Kadar BDNF diperiksa pada saat sebelum Latihan, 10 menit-6 jam dan 24 jam pasca pasca intervensi akut.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa peningkatan kadar BDNF meningkat pada semua waktu di kelompok latihan dibandingkan kontrol. Kadar BDNF tertinggi pada 10 menit pascalatihan terdapat pada kelompok latihan kontinyu. Pada 6 jam pascalatihan kadar BDNF mengalami penurunan pada kedua kelompok perlakuan dan berada pada nilai yang berimbang, dan turun mendekati kelompok kontrol setelah 24 jam pasca Latihan. Dari sini bisa disimpulkan bahwa peningkatan BDNF paling optimal pada latihan kontinyu sehingga bisa diaplikasikan pada orang obes untuk menjaga funsgi kognitifnya.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes

Informasi detail bisa didapatkan pada hasil riset kami di link :

Cite ,Ìý,Ìý,Ìý,Ìý,Ìý,Ìý,Ìý, (2022). Pattern of serum brain-derived neurotrophic factor levels after acute interval exercise versus acute continuous exercise in obese adolescent females. Comparative Exercise Physiology: 18 (5)- Pages: 393 “ 402,

AKSES CEPAT