Cedera anterior cruciate ligament (ACL) tidak hanya menyerang atlet dewasa. Anak-anak dan remaja aktif, terutama yang sering berolahraga seperti sepak bola atau basket, juga berisiko tinggi mengalami cedera ini. Pada kelompok usia muda, penanganan cedera ACL menjadi tantangan tersendiri karena tulang mereka masih memiliki lempeng pertumbuhan (physis) yang rentan rusak.
Jika pembedahan dilakukan sembarangan, kerusakan pada lempeng pertumbuhan dapat menyebabkan perbedaan panjang tungkai atau kelainan bentuk di kemudian hari. Karena itu, para ahli ortopedi mengembangkan berbagai teknik operasi khusus untuk anak, termasuk salah satunya teknik all-inside all-epiphyseal (AIAE).
Sebuah tinjauan sistematis terbaru mengumpulkan data dari enam penelitian yang melibatkan 127 pasien dengan usia rata-rata 12,3 tahun. Tujuannya adalah menilai keamanan dan keberhasilan teknik AIAE pada populasi yang masih dalam masa pertumbuhan.
Mengapa Teknik Ini Berbeda?
Teknik AIAE dilakukan dengan membuat socket kecil di dalam epifisis (bagian ujung tulang), tanpa menembus lempeng pertumbuhan. Dengan kata lain, operasi dilakukan sepenuhnya di bawah physis, sehingga risiko kerusakan pertumbuhan menjadi jauh lebih kecil dibanding teknik lain seperti transphyseal.
Selain itu, teknik ini menggunakan graft dari tendon hamstring dan sistem fiksasi suspensori modern, yang memungkinkan penyembuhan lebih baik sekaligus meminimalkan trauma.
Hasilnya Sangat Mengesankan
Dari analisis seluruh studi, teknik AIAE menunjukkan:
- Skor fungsi lutut sangat baik, dengan nilai IKDC antara 9398,5 dan skor Lysholm mencapai 97100.
- Semua pasien dapat kembali berolahraga, sebagian besar dalam waktu rata-rata 67 bulan.
- Tes stabilitas lutut seperti Lachman dan pivot shift hampir seluruhnya negatif setelah operasitanda bahwa lutut kembali stabil.
- Tidak ditemukan perbedaan panjang tungkai yang bermakna, meski beberapa studi mencatat gangguan pertumbuhan kecil (<5% area physis), yang tidak memerlukan tindakan lanjutan.
Menariknya, tingkat operasi ulang (revision) pada teknik ini hanya 6%, lebih rendah dibanding teknik lain yang masih melibatkan physis.
Apa Artinya bagi Orang Tua dan Atlet Muda?
Temuan ini penting karena operasi ACL pada anak selalu penuh kehati-hatian. Teknik AIAE memberikan kombinasi ideal antara keamanan dan hasil klinis. Lutut anak dapat kembali stabil, mereka bisa kembali ke olahraga dengan cepat, dan risiko komplikasi jangka panjang sangat rendah.
Namun tetap diperlukan langkah pendukung seperti:
- pemilihan graft yang tepat,
- rehabilitasi pascaoperasi yang disiplin,
- serta pemantauan pertumbuhan tulang secara berkala.
Kesimpulan
Teknik all-inside all-epiphyseal untuk rekonstruksi ACL terbukti aman, efektif, dan sangat cocok untuk pasien anak dan remaja yang masih mengalami pertumbuhan tulang. Dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan risiko yang minimal, teknik ini kini menjadi salah satu pilihan utama bagi atlet muda yang ingin kembali aktif tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Penulis : Fanny Indra Warman, Asep Santoso, Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, Dwikora Novembri Utomo
Judul Artikel : All-inside all epiphyseal technique outcome for anterior cruciate ligament reconstruction in skeletal immature patient: A systematic review
Jurnal : Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Tautan :





