Infertilitas adalah kegagalan terjadinya kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual aktif tanpa kontrasepsi. Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi sekitar 10-15% pasangan yang berusaha mencapai kehamilan di seluruh dunia. Infertilitas dibagi menjadi dua macam, infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer adalah jika seorang wanita yang sudah menikah belum pernah mengalami kehamilan meskipun melakukan hubungan seksual secara teratur minimal 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam waktu 12 bulan. Sedangkan infertilitas sekunder adalah tidak terdapat kehamilan dalam waktu 1 tahun atau lebih pada seorang wanita yang melakukan hubungan seksual secara teratur minimal 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi sebelumnya sudah pernah hamil . Diperkirakan terdapat 48 juta pasangan dan 186 juta orang hidup dengan infertilitas secara global. World Health Organization (WHO) memaparkan data bahwa infertilitas wanita menjadi penyebab infertilitas sebesar 35% dan laki-laki hanya menyumbang 8% sebagai penyebab infertilitas pada pasangan yang didiagnosis infertil. Beberapa penyebab terjadinya infertile adalah kelainan hormonal, kelainan genetik, masalah gizi dan gaya hidup.
Ada banyak jenis obat untuk infertile yaitu dengan mengkonsumsi anti oksidan, suplemen nutrisi dan obat-obatan herbal. Salah satu tanaman herbal yang kaya dengan antioksidan alami adalah Nigella sativa. Secara visual Nigella sativa memiliki bunga dengan 5-10 kelopak yang berwarna putih, kuning, merah muda, biru pucat ataupun ungu pucat. Buah berupa kapsul besar yang terdiri dari 3-7 folikel dan berisi beberapa biji. Biji dari jintan hitam berbentuk kecil dicotyledonous, trigonus, angular, tubercular, hitam di luar dan putih di dalam, berbau aromatik dengan rasa pahit. Nigella sativa dan komponen turunannya yaitu thimoquinone (TQ) memiliki potensi radical scavenging serta kapasitas penghambatan stress oksidatif dengan cara meningkatkan produksi antioksidan. Banyak penelitian tentang Nigella sativa sebagai obat imunomodulator, antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dan antiinfertil.
Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan pencarian sejumlah database elektronik, yaitu Google Scholar, Science Direct, Pubmed, Scopus dan Proquest dari periode Januari 2012 sampai Februari 2022. Pencarian terbatas pada kata kunci atau frasa yang relevan yaitu Nigella sativa, Black Seeds, Black Cumin, Thimoquinon, Infertility, Women dan Female. Pencarian terbesar pada artikel dalam bahasa inggris. Desain penelitian terbatas pada RCT karena RCT merupakan golden standard untuk penelitian eksperimental guna pembuktian kausal (causation) ; dan laporan kasus, artikel review, abstrak dalam symposium dan kongres dikeluarkan. Semua artikel yang termasuk kriteria inklusi dimasukkan dalam penelitian. Duplikasi juga diperiksa dan artikel yang tidak terkait dikeluarkan. Untuk setiap penelitian, data yang diambil adalah subjek, ukuran sampel, desain penelitian, jenis Nigella sativa, dosis dan hasil penelitian.
Hasil dari tinjauan sistematik menunjukkan bahwa penelitian pada manusia dengan pemberian kombinasi metformin 500 mg dan thimoquinon dalam minyak Nigella sativa 500 mg tiga kali sehari selama 6 bulan pada pasien PCOS dapat menurunkan jumlah pasien yang mengalami amenore atau oligomenore, penurunan berat badan yang signifikan, peningkatan aktivitas SOD dan penurunan kadar MDA. Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian minyak Nigella sativa 0,2 ml, 0,5 ml dan 1,0 ml/ 100 g selama 5 hari pada mencit yang diinjeksi siklofosfamid menghasilkan jumlah folikel primer dan sekunder menjadi normal termasuk diameter ovarium meningkat. Pada penelitian ini menunjuukan Nigella sativa sebagai sifat profilaksis pada system reproduksi mencit betina. Penelitian yang lain menunjukkan, pemberian thimoquinon menyebabkan pemulihan yang signifikan pada molekuler ovariumyang normal, seperti penurunan kista, meningkatnya laju ovulasi, dan normalisasi faktor kunci ovarium seperti TNF-伪, matriks metalloproteinase, COX2, selama pematangan folikel.
Kesimpulan penelitian ini adalah Nigella sativa dan konstituennya, thimoquinon dapat menurunkan kadar MDA, meningkatkan SOD, meningkatkan TAS, meningkatkan jumlah folikel ovarium, dan mengurangi kerusakan ovarium. Potensi utama mekanismenya adalah sifat antioksidan Nigella sativa dalam radical scavenging. Hasil temuan tinjauan sistematik ini diharapakan berguna menunjang pengembangan penelitian klinis dalam pengelolaan wanita infertile.
Penulis: Amirul Amalia. Hendy Hendarto, Arifa Mustika, Inta Susanti
Judul dan Link artikel prosiding scopus yang dituliskan menjadi opini.
EFFECTS OF NIGELLA SATIVA ON FEMALE INFERTILITY: a SYSTEMATIC REVIEW
Link :





