51动漫

51动漫 Official Website

Optimalisasi Pemanfaatan Mikrokapsul Sinbiotik untuk Pencegahan Infeksi Vibrio parahaemolyticus pada Udang Vaname

Udang vaname merupakan komoditas perikanan unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi di dunia dan terus mengalami peningkatan produksi secara global. Kendala utama yang dihadapi oleh pembudidaya udang dewasa ini yaitu serangan penyakit infeksi, termasuk yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Beberapa strain dari bakteri V. parahaemolyticus telah diidentifikasi sebagai penyebab penyakit AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) dan penyakit ini menyebabkan kematian hingga 100% Secara umum untuk mengatasi infeksi bakteri patogen pada udang menggunakan antibiotik, tetapi saat ini penggunaan antibiotik dilarang karena adanya peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan risiko residu yang berpotensi membahayakan bagi konsumen. Satu opsi pencegahan alternatif adalah dengan memberikan sinbiotik dalam pakan udang, yang terdiri dari gabungan probiotik dan prebiotik. Penggunaan sinbiotik dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan udang, dengan hasil terbaik dicapai melalui kombinasi sinbiotik yang memiliki efek sinergis.

Penerapan sinbiotik dapat menghasilkan dampak yang bervariasi pada inang yang menerimanya, dengan komposisi sinbiotik yang utamanya tergantung pada cara prebiotik berinteraksi dengan inang. Pemberian sinbiotik dapat menimbulkan efek sinergis atau komplementer. Efek komplementer yaitu probiotik dipilih berdasarkan manfaat tertentu yang diberikan pada inang, dan prebiotik dipilih secara terpisah untuk meningkatkan konsentrasi komponen mikrobiota yang bermanfaat dengan selektif. Efek komplementer yaitu fokus diberikan secara terpisah pada kesejahteraan inang dengan menggunakan probiotik dan prebiotik. Prebiotik dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas probiotik, tetapi secara tidak langsung. Sementara itu, efek sinergis, probiotik dipilih berdasarkan manfaat tertentu yang diberikan pada inang, sedangkan prebiotik dipilih secara khusus untuk meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas probiotik tersebut. Prebiotik tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat mikrobiota yang menguntungkan dalam usus, tetapi juga dirancang agar dapat dimanfaatkan dengan lebih baik oleh probiotik yang digunakan dalam kombinasi.

Top of Form

Strain probiotik Pseudoalteromonas piscicida 1Ub menunjukkan kemampuan dengan efek sinergis dalam memanfaatkan prebiotik MOS secara in-vitro berbeda halnya bila dibandingkan dengan strain probiotik Bacillus NP5 yang tidak mampu memanfaatkannya dan hanya menunjukkan efek komplementer. Pemberian sinbiotik meningkatkan kinerja pertumbuhan udang vaname Pasifik, kesehatan usus, kekebalan non-spesifik, dan ketahanan terhadap penyakit terhadap Vibrio parahaemolyticus. Pemberian yang mengandung sinbiotik dengan aksi sinergis memberikan efek immunostimulant yang lebih baik dibandingkan pemberian yang dilengkapi dengan sinbiotik komplementer. Hasil pengukuran respons imun menunjukkan seluruh perlakuan sinbiotik dengan efek sinergis mampu meningkatkan nilai THC, aktivitas PO, RB dan AF, baik setelah perlakuan maupun setelah diuji tantang dengan V. parahaemolyticus.

Selain itu dilihat dari parameter histologi usus pada udang vaname setelah diberikan perlakuan sinbiotik dengan efek sinergis diperoleh hasil villus number dan villus height yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Setelah dilakukan uji tantang menggunakan bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus diketahui lebih sedikit kerusakan pada jaringan hepatopankreas dan usus udang pada perlakuan sinbiotik dibandingkan dengan kontrol positif. Pemberian sinbiotik mampu untuk menurunkan total Vibrio dan V. parahaemolyticus搁蹿庐, kemudian dilihat berdasarkan kelangsungan hidup udang vaname setelah diuji tantang menunjukkan perlakuan sinbiotik dengan efek sinergis lebih tinggi (90%) dibandingkan perlakuan yang tanpa pemberian sinbiotik (52,22%).

Filum Bacteroidetes adalah kelompok bakteri yang dominan ditemukan dalam pengobatan sinbiotik dengan efek sinergis. Berdasarkan keragaman mikroba usus udang vaname yang diperoleh setelah pemberian sinbiotik selama 60 hari menunjukkan hasil jumlah OTU (operational taxonomy unit), kelimpahan mikroba pada level filum dan genus yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Hasil kelimpahan relatif bakteri yang diperoleh berdasarkan tiga level filum teratas yaitu Proteobacteria, Bacteroidetes dan Actinobacteria. Filum Bacteroidetes adalah kelompok bakteri yang dominan ditemukan dalam pengobatan sinbiotik dengan efek sinergis. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa suplementasi sinbiotik pada pakan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan, komposisi mikroba, respons imun dan resistansi udang vaname terhadap bakteri patogen V. parahaemolyticus. Aplikasi kombinasi sinbiotik yang efektif berdasarkan pemilihan nya perlu untuk dipertimbangkan ketika melakukan kombinasi suatu sinbiotik. Pemberian pakan dengan penambahan sinbiotik pada udang vaname mampu memberikan dampak positif dan meningkatkan resistansi terhadap bakteri patogen. Kombinasi probiotik dan prebiotik dengan efek sinergis memberikan hasil yang lebih baik.

Penulis: Maria Agustina Pardede, S.Pi., M.Si.

Judul Artikel:   Evaluation of dietary microencapsulated synbiotics Pseudoalteromonas  piscicida 1UB, Bacillus NP5, and mannan憃ligosaccharides to prevent Vibrio parahaemolyticus infection in Pacific white shrimp Penaeus vannamei

Link Artikel:https://link.springer.com/article/10.1007/s10499-023-01258-6

AKSES CEPAT