Dalam dunia industri, penyesuaian jumlah produksi dengan permintaan pasar adalah tantangan yang sering dihadapi oleh produsen. Metode Fuzzy Mamdani telah digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah perencanaan produksi sabun herbal. Hal ini berdasarkan data permintaan, sisa produksi, dan kekurangan stok. Studi ini menggunakan tiga variabel masukan permintaan, sisa, dan kekurangan, serta satu variabel keluaran, yaitu jumlah produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Fuzzy Mamdani dapat membantu memprediksi jumlah produksi sabun herbal dengan lebih akurat. Meskipun hanya 8,333% data yang sesuai dengan hasil aktual, sedangkan 91,667% sisanya menunjukkan hasil perencanaan yang belum optimal.
Produk sabun mandi, termasuk sabun herbal, telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di berbagai lapisan sosial. Selain fungsinya untuk membersihkan tubuh. Sabun herbal khususnya dikenal memiliki manfaat dalam mengobati penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Keunggulan sabun herbal dibanding sabun biasa antara lain praktis dibawa, mudah disimpan, menawarkan berbagai manfaat, dan memiliki kemasan yang eksklusif. Namun, produsen sering mengalami masalah kekurangan atau kelebihan produksi dalam operasi sehari-hari.
Metode Fuzzy Mamdani
Metode Fuzzy Mamdani dikenal dengan kemampuannya dalam menangani ketidakpastian dan toleransi terhadap data yang ada, menjadikannya pilihan yang tepat untuk memodelkan sistem produksi yang kompleks. Dalam studi ini, variabel permintaan memiliki tiga set fuzzy, yaitu menurun, tetap, dan meningkat; sisa dan kekurangan memiliki tiga set fuzzy, yaitu sedikit, sedang, dan banyak; serta variabel produksi yang juga terdiri dari tiga set fuzzy, yaitu dikurangi, tetap, dan ditambah.
Penggunaan metode Fuzzy Mamdani dalam penelitian ini telah menunjukkan bahwa perencanaan produksi dapat lebih dioptimalkan. Meskipun mayoritas data perencanaan (91,667%) belum sesuai dengan kondisi aktual. Metode ini berhasil menunjukkan potensi dalam mengurangi kelebihan sisa produk dan kekurangan stok, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan modal, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membantu produsen dalam mengembangkan bisnisnya.
Kesimpulan
Penerapan metode Fuzzy Mamdani dalam perencanaan produksi sabun herbal memberikan wawasan baru dalam mengatasi masalah kekurangan dan kelebihan produksi. Meskipun tingkat kesesuaian data aktual masih rendah. Metode ini menawarkan kerangka kerja yang bisa dikembangkan untuk prediksi yang lebih akurat di masa depan. Dengan penyesuaian dan kalibrasi model yang lebih mendalam, produsen dapat memanfaatkan metode ini untuk mencapai efisiensi produksi yang lebih tinggi dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Seruan untuk Aksi – Para produsen sabun herbal diundang untuk mempertimbangkan penerapan metode Fuzzy Mamdani dalam operasi produksi mereka. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta sistem produksi yang tidak hanya efisien tapi juga responsif terhadap dinamika pasar yang terus berubah, membawa manfaat lebih luas bagi industri sabun herbal.
PENULIS: Aji Akbar Firdaus
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Santoso I.H., Katias P., Herlambang T., Tafrikan M., Oktafianto K., Firdaus A.A., Arof, H.: Application of Mamdani Fuzzy Method in Herbal Soap Production Planning. Nonlinear Dynamics and Systems Theory, Volume 24, Issue 2, Pages 193 “ 204, 2024
BACA JUGA: Citra 3D untuk Meningkatkan Keandalan Bukti Forensik





