UNAIR NEWS – Penanganan persoalan limbah domestik pada wilayah pemukiman padat penduduk memerlukan pendekatan yang mengombinasikan prinsip teknologi tepat guna dengan kemudahan aplikasi praktis. Pemanfaatan limbah organik berupa kulit jeruk yang melimpah di lingkungan warga dapat difermentasikan bersama gula serta air guna menciptakan sistem pengelolaan sampah mandiri.
Inisiatif ini berfokus pada transformasi sisa konsumsi menjadi produk fungsional yang memiliki nilai guna tinggi bagi kehidupan sehari hari sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pedesaan. Upaya sistematis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai ekonomi sirkular ini akhirnya bermuara pada inisiasi program kerja GEMAZ (Gerakan Mandiri Ekoenzim) oleh Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 Kelompok Karangdoro 2 sebagai solusi inovatif manajemen limbah.
Realisasi program sukses dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) berlokasi di Posyandu Blokagung 5, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Agenda kegiatan berfokus pada pembagian cairan ekoenzim berbahan dasar kulit jeruk secara gratis serta penyampaian edukasi mendalam mengenai tata cara pembuatan hingga teknik pemakaian bagi kebutuhan sanitasi. Suasana di lokasi tampak dinamis dimana warga mulai mengamati produk hasil fermentasi yang memiliki aroma segar khas jeruk tersebut. .
Salah satu Ibu peserta posyandu memberikan tanggapan positif dengan menyatakan bahwa ternyata bahan pembuatannya simpel juga dan bisa memanfaatkan bekas buah buahan yang sudah tidak terpakai lagi. Pernyataan tersebut mencerminkan keberhasilan edukasi dalam menyederhanakan konsep pengelolaan limbah yang sebelumnya dianggap rumit menjadi aktivitas rumah tangga yang aplikatif.
Sinergi ini memanfaatkan karakteristik masyarakat Karangdoro yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan serta kesehatan keluarga melalui optimalisasi bahan alami. Penggunaan produk hasil fermentasi tersebut mampu mereduksi paparan bahan kimia sintetis yang berisiko bagi kesehatan manusia serta ekosistem tanah di wilayah Tegalsari. Oleh karena itu, implementasi program GEMAZ menjadi kontribusi nyata dalam mengakselerasi SDGs Poin 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera sekaligus membentuk budaya baru kemandirian lingkungan di Desa Karangdoro. Berita ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan alternatif produk sanitasi alami yang aman bagi kesehatan masyarakat.
Penulis: Lutfi Ahmad





