Edemame (Glycine max) diketahui banyak mengandung isoflavon, subkelas flavonoid yang memiliki efek antioksidan kuat [1]. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa efeknya terutama terkait dengan bentuk isoflavon tak terkonjugasi, yang dikenal sebagai aglikon, selain hal tersebut bahwa ekstrak yang mengandung beberapa isoflavon memiliki efek yang lebih bermanfaat daripada isolatnya [5-8]. Edamame, yang dikenal sebagai Glycine max (L.) Merr. adalah sumber alami yang mengandung sejumlah besar isoflavon utama, khususnya aglikon genistein, daidzein, dan glikitin. Rasio genistein, daidzein, dan glycitein dalam kacang kedelai dan produk olahannya dilaporkan sebesar 1:1:0,2 [9]. Edamame memiliki kadar isoflavon sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan dengan kacang kedelai [10,11]. Isoflavonnya memiliki struktur yang mirip dengan estrogen dan 17-尾-estradiol, dan menempel pada reseptor estrogen. Gugus hidroksil pada posisi 7 menginduksi aktivasi sirtuin (SIRT1), protein deasetilase yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme, respons stres, dan proses penuaan. Gugus hidroksil yang terletak pada posisi 7 dan 4′ dalam isoflavon menyerupai gugus hidroksil yang ditemukan dalam estradiol. Kesamaan ini memungkinkan isoflavon untuk menunjukkan karakteristik pseudo-hormonal, seperti kapasitas untuk mengikat reseptor estrogen [12]. Interaksi dengan reseptor estrogen berdampak pada karakteristik kulit yang berbeda untuk mencegah penuaan kulit, termasuk meningkatkan kadar kolagen, meningkatkan ketebalan kulit, meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit, dan mengurangi kerutan [13]. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa genistein dan daidzein, zat utama yang ditemukan dalam edamame, memiliki aktivitas antioksidan dan penghambat tirosinase [14,15]. Senyawa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen pemutih kulit. Ekstrak metanol edamame menunjukkan efek penangkal radikal DPPH, menunjukkan nilai IC50 sebesar 16,48 渭g/mL [16]. Ekstrak etil asetat edamame memiliki aktivitas penghambat tirosinase dan mengandung kadar genistein yang lebih tinggi daripada ekstrak etanol [17]. Penelitian ini menggunakan ekstrak edamame murni yang dibuat menggunakan metode penghilangan lemak untuk meningkatkan kandungan isoflavonoidnya. Ekstrak murni meningkatkan aktivitas biologis, mengurangi gangguan analit, dan menyederhanakan formulasi bentuk sediaan [18,19].
Karena aktivitasnya sebagai antioksidan dan antitirosinase yang potensial dan menjanjikan, ekstrak etanol edamame diformulasikan sebagai sediaan essence dalam delapan formula dengan variasi komposisi Tween 80 dan Xanthan gum. Tween 80 sering digunakan untuk melarutkan bahan aktif yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Tween 80 adalah surfaktan non-ionik yang banyak digunakan untuk mengurangi dampak muatan yang dapat memengaruhi stabilitas formula. Selain itu, risiko toksisitasnya lebih rendah daripada surfaktan lainnya. Xanthan gum berfungsi sebagai zat pengental yang aman, kompatibel dengan berbagai konstituen, dan menunjukkan stabilitas dan viskositas pada berbagai tingkat pH dan variasi suhu. Optimalisasi formula diperlukan untuk mendapatkan pH optimal bagi kulit dan mengurangi viskositas sekaligus memaksimalkan daya sebar essence [20]. Untuk menentukan komponen formula yang optimal dapat menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD), dengan respons yang diukur adalah parameter nilai pH, viskositas, dan daya sebar.

Gambar 1: Essence berbasis ekstrak edamame (Ningsih et al., 2025)
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula essence ekstrak edamame menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD), dengan Tween 80 dan xanthan gum sebagai variabel formulasi. Ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan dan antitirosinase dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 202,948 卤 1,524 渭g/mL dan 42,139 卤 0,676 渭g/mL. Formula essence yang dioptimasi mengandung 9,169% Tween 80 dan 0,831% xanthan gum. Nilai yang diprediksi dari hasil SLD dan yang diamati pada pengujian laboratorium untuk parameter utama (pH, viskositas, dan daya sebar) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang menunjukkan kecocokan model yang andal. Essence yang diperoleh juga menunjukkan karakteristik organoleptik dan homogenitas yang baik. Hasil ini mendukung potensi ekstrak edamame untuk diformulasikan menjadi produk kosmetik antiaging yang efektif dengan sifat antioksidan dan anti-tirosinase.
Penulis: Prof. Dr. Tristiana Erawati M., M.Si., Apt
Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:
I.Y. Ningsih, M.A. Hidayat, B. Kuswandi, T. Erawati. Optimization of Edamame (Glycine max) Extract Essence Formula as a Natural Antioxidant and Anti-Tyrosinase Agent Using a Simplex Lattice Design. Asian Journal of Green Chemistry, 9(5) 2025, 539-556. DOI: 10.48309/AJGC.2025.517592.1733





