Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kandungan asam lemak potensial memiliki efek antibakteri yang kuat untuk obat dan kosmetik. VCO diduga tidak dapat menghasilkan aktivitas antibakteri jika tidak dalam bentuk terhidrolisis. Jika VCO masih dalam bentuk trigliserida maka harus dipecah terlebih dahulu baik menggunakan katalis maupun enzimatis.
VCO dihidrolisis sebagai HVCO untuk meningkatkan aktivitasnya. Mikrosfer alginat berhasil mengenkapsulasi obat dan protein karena sifatnya yang biodegradable, aman, terjangkau, mudah didapat dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimal VCO dan HVCO menggunakan mikrosfer alginat.
Pada pengujian VCO dan HVCO dilakukan evaluasi kadar asam lemak, densitas dan organoleptik. Pada mikrosfer VCO dan HVCO, karakterisasi meliputi parameter rendemen, kadar air (MC), morfologi dan ukuran. Kadar asam lemak diuji menggunakan GC-MS sedangkan untuk mikrosfer, pengaruh konsentrasi alginat (1-2%) dan penambahan poli etilen glikol (PEG) diobservasi.
Formula mikrosfer VCO dan HVCO menunjukkan bahwa pada peningkatan konsentrasi polimer, menghasilkan peningkatan rendemen dan perbaikan kadar air dengan penurunan MC. Formula F4 dengan konsentrasi alginat 2% dan adanya penambahan PEG menghasilkan formula paling optimal yaitu meningkatkan rendemen hingga 59% dan ukuran partikel yang kecil. Mikrosfer F4 telah menghasilkan rendemen tertinggi, MC terendah dan asam lemak tertinggi. Morfologinya juga bulat dan halus dengan ukuran partikelnya kecil.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi mikrosfer HVCO telah menunjukkan potensinya yang dapat direkomendasikan untuk meghasilkan aktivitas antibakteri dan antijamur.
Penulis: Dewi Melani Hariyadi
Informasi detail riset kami dapat diakses pada:





