UNAIR NEWS – Lima tim 51动漫 telah melakukan presentasi hari pertama pada kompetisi PIMNAS ke-35 pada Kamis (1/12/2022). Perhelatan itu digelar di Gedung Kuliah Bersama 4 Universitas Muhammadiyah Malang pada Jum檃t (2/12/2022).
Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH CN mengaku optimis dengan kelima tim dari 51动漫. Pasalnya, para mahasiswa itu merupakan tim unggulan karena sudah lolos dari berbagai macam seleksi yang ada.
Menurutnya, persiapan UNAIR sampai babak ini sudah terbilang matang karena jarak antara pengumuman dan pelaksanaan final cukup longgar yakni satu bulan. 淚ni artinya bahwa persiapan kita presentasi sangat siap, tuturnya.
Ia optimis dan berharap di laga itu, tim UNAIR banyak mewarnai PIMNAS ke-35. 淪aya berharap kita bisa menjadi tim yang bisa diperhitungkan oleh banyak pihak baik juri maupun partner perguruan tinggi lainnya.
Kejuaraan itu, sambungnya, bukanlah tujuan melainkan sebuah sarana. Bahwa tim UNAIR itu sudah benar-benar layak untuk diberikan apresiasi baik oleh PIMNAS maupun UNAIR. Nantinya jika tim ini juara tentu akan bermanfaat bagi pribadi mahasiswa dan UNAIR.
Perlu diketahui, untuk menyiapkan bibit unggulan yang akan berlaga di PIMNAS tahun depan, kini UNAIR sedang dalam tahap penyeleksian proposal di masing-masing fakultas. Sehingga, saat submit nanti UNAIR sudah menyiapkan bibit-bibit proposal yang akan diajukan.
淜ita seleksi sejak sekarang dan dikompetisikan di tingkat fakultas. Sehingga kita memiliki bibit proposal yang sudah terseleksi. Harapannya nanti bisa lolos lebih banyak lagi dari tahun-tahun sebelumnya, paparnya.
Kontingen UNAIR yang sudah melakukan presentasi adalah PKMRE yang berjudul Scaffold Three Dimensional Printing Polycaprolactone Hidrogel Silk Fibroin-Chitosan Sebagai Penanganan Defek Meniskus Lutut. PKMRE itu merupakan hasil karya Mustika Ainun Sabrina, Nabila Meinisya Sahira, Ni Nyoman Ary Dewanthi, dan Anita Eka Novitasari.
Kemudian PKMRE yang berjudul 3D-Printed Bioresorbable Vascular Scaffold Polylactic Acid/Polycaprolactone (PLA/PLC) dengan Coating Kitosan Sulfat Sebagai Solusi Aterosklerosis. PKMRE itu adalah karya dari Cakra Abdillah, Indira Maretta Hulu, Nisrin Novel, dan Daria Aulia Izdihar Bintang Azzahra.
Selanjutnya disusul oleh PKMRE Silicone Rubber/ZnO Nanoparticle Auricular Prostesis untuk Solusi Kasus Microtia yang digagas oleh Roshina Mufidah, Salwa Almas Shalihah, Aurora Qoria Kenrasuna, Shafira Tasya Wijanarko, dan Sayyidul Istighfar Ittaqillah. Kemudian, PKMK “CACAPA” Mini Mouth Cleanser : Kantong Praktis Penghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dalam Rongga Mulut. PKMK itu merupakan hasil karya dari Malika Fadiyah, Ovin Gabriella Notonugroho, Nadia Rahma Adriyanti, Zalfaa Firdha Yuda, dan Silvi Aurulia Aidatul Fitri.
Terakhir, PKMK yang berjudul Patrick Spray : Inovasi Deodorant Spray Anti Bau Badan Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Ekstrak Bintang Laut (Culcita sp.). PKMK itu merupakan hasil karya Mesy Indriani, Lalu Aldy Kurnia Aji, Jihan Aura, Putri Salma Nabila, dan Isac Muhammad Kahlil Gibran.
Dalam kegiatan presentasi, peserta diundi untuk mendapatkan giliran tampil di depan dewan juri secara acak. Mereka akan menyampaikan gagasannya di hadapan juri, dosen pembimbing dan perwakilan peserta lainnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia





