Ikan Gabus (Channa striata) merupakan komoditas perikanan dengan nilai ekonomis tinggi karena memiliki beberapa kelebihan.Salah satunya adalah memiliki kandungan albumin yang tinggi.
Budikdamber merupakan sistem budidaya yang mengaplikasikan aquaponik dalam ember. Pada sistem ini memungkinkan bisa membudidayakan ikan dengan padat tebar tinggi dalam skala kecil. Ikan gabus sendiri dinilai cocok untuk sistem ini karena memiliki alat pernapasan tambahan bernama 渓abirinth. Organ ini membuat ikan gabus mampu mengambil oksigen dari udara secara langsung sehingga dapat hidup dalam lingkungan minim oksigen.
Namun, permasalahan yang muncul akibat tingginya padat tebar adalah tingginya amoniak dalam air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak padat tebar terhadap kandungan amoniak dalam air.
Penelitian dilakukan dilakukan dengan memelihara ikan gabus berukuran 4-6 cm dalam bak budikdamber bervolume 60 liter dengan 5 padat tebar berbeda selama 28 hari. Sementara tanaman hidroponik yang digunakan adalah bayam air (Ipomea reptans). Ikan dipelihara dengan diberi pakan yang sama untuk diamati parameter kualitas air dan pertumbuhan bayam air setiap minggu.
Berdasarkan hasil yang didapat, nilai amoniak pada semua perlakuan masih dalam batas toleransi ikan gabus yakni >0,54 mg/l. Nilai amoniak pada semua perlakuan berfluktuasi setiap menggunya. Namun, hasil menunjukkan bahwa nilai amoniak semakin meningkat seiring dengan peningkatan padat tebar.
Hal ini dikarenakan amoniak merupakan hasil dekomposisi bahan organik yang mengandung nitrogen seperti sisa pakan, metabolisme ikan dan feses ikan. Oleh karena itu peningkatan padat tebar juga akan meningkatkan kandungan amoniak dalam air.
Sementara penurunan amoniak selama pengukuran diakibatkan adanya proses oksidasi amoniak menjadi nitrat dalam air oleh bakteri Nitrobacter. Nitrat kemudian akan dimanfaatkan oleh bayam air untuk tumbuh. Oleh sebab itu, kandungan amoniak pada pengukuran tiap minggunya mengalami fluktuasi.
Fluktuasi amoniak dan nitrat juga menunjukkan bahwa proses nitrifkasi dalam budikdamber berjalan dengan baik. Hal ini tak lepas dari adanya Aerasi yang secara terus menerus menyuplai oksigen terlarut yang diperlukan untuk proses nitrifikasi dan dekomposisi.
Penulis: Prayogo, S.Pi.,M.P
Artikel lengkap bisa dibaca pada :
Meidiana, A., & Rahardja, B. S. (2022, July). The effect of different stocking densities on ammonia (NH3) and nitrate (NO3) concentration on striped snakehead (Channa striata) culture in the bucket. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012109). IOP Publishing.





