51动漫

51动漫 Official Website

Pakar Budaya UNAIR Tanggapi Pembatalan Pameran Lukisan Yos Suprapto

Yos Suprapto dan lukisannya (foto: dok istimewa)

UNAIR NEWS – Pembatalan pameran lukisan karya Yos Suprapto di Galeri Nasional ramai menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. Pasalnya, pameran lukisan yang seharusnya berlangsung pada Kamis (19/12/2024) tersebut terpaksa batal karena kurator meminta beberapa lukisan diturunkan. Kurator menganggap beberapa lukisan tersebut tidak sejalan dengan tema pameran. Banyak pihak menganggap hal ini merupakan bentuk 榩embredelan pada karya lukisan Yos Suprapto.

Pakar budaya dari UNAIR, Puji Karyanto SS MHum, menyayangkan atas terjadinya pembatalan pameran lukisan Yos Suprapto itu. 淜alau terkait dengan pembatalannya patut disayangkan karena bagaimanapun pelukisnya sudah menyiapkan jauh-jauh hari dan sudah ada komunikasi dengan kurator, ucapnya. 

Meski menyayangkan pembatalan pameran itu, Puji juga ingin mengajak untuk melihat persoalan ini secara objektif. Menurutnya, kurator memang memiliki hak dan tanggung jawab untuk memilih karya mana yang dapat ditampilkan. 淜urator itu punya hak untuk memilih dan memilah kira-kira bahan mana yang boleh ditampilkan sesuai dengan subjektifitas kurator itu, apakah sesuai tema atau tidak. Jadi, kalau menurut saya secara objektif ya memang seperti itu fungsi kurator, jelasnya. 

Puji mengungkapkan bahwa pembatalan pameran karya Yos Suprapto merupakan persoalan komunikasi yang tidak berjalan lancar antara seniman dan kurator. Jalan buntu dalam komunikasi ini berujung pada mundurnya Suwarno Wisetrotomo sebagai kurator pameran tersebut. 淧ak Yos mempunyai hak untuk mengusulkan lukisan, tapi menurut subjektifitas kuratornya itu tidak sesuai dengan tema. Karena deadlock, akhirnya kurator itu memilih mundur daripada mengkurasi lukisan tersebut, tutur Puji. 

Pakar Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Puji Karyanto S S M Hum (foto: FIB UNAIR)

Puji turut memberikan tanggapan terkait komentar yang mengatakan bahwa lukisan Yos Sudarso terlalu vulgar dan mengandung unsur kritik. Bagi Puji, seni memiliki banyak aliran dan seniman berhak mengekspresikan pikiran serta perasaanya secara bebas melalui karya seni. Di sisi lain, publik juga berhak memilih untuk mengapresiasi karya seni yang sesuai dengan seleranya.

淢asing-masing karya seni itu punya segmentasinya. Seniman punya alirannya dan publik juga berhak untuk memilih segmentasi seni mana yang menjadi pilihan atas kebutuhan artistiknya. Seni memungkinkan orang untuk memilih cara berekspresi, tetapi menjadi hak orang juga untuk menilai apakah karya seni itu vulgar, simbolik, atau yang lain-lain, jelas Puji. 

Sementara terkait pernyataan Menteri Kebudayaan yang menganggap lukisan Yos Suprapto vulgar dan berpotensi menyinggung beberapa pihak. Puji mengatakan bahwa Menteri Kebudayaan seharusnya bisa mewadahi seluruh aliran seni. 淜alau Fadli Zon berkomentar sebagai pribadi ya tidak masalah. Itu kan selera pribadinya. Kalau sebagai Menteri Kebudayaan mestinya mewadahi seluruh kemungkinan ekspresi berkesenian karena dia kan menteri kebudayaannya semua aliran, ujar Puji.

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT