51动漫

51动漫 Official Website

Pakar Industri Media UNAIR Nilai Perpindahan TV Analog Buka Banyak Peluang

(Foto: Unsplash.com)

UNAIR NEWS – Kebijakan migrasi TV Analog ke TV Digital akan segera dilaksanakan di Indonesia. Hal ini tentunya berimbas langsung terhadap industri media yang masih menggunakan frekuensi analog sebagai sarana transmisinya.

Pakar industri media massa asal 51动漫 (UNAIR), Dr Suko Widodo MSi menilai perpindahan TV Analog merupakan sebuah keniscayaan dalam dunia masa kini yang serba modern. 淢igrasi analog ke digital adalah keniscayaan sejarah, karena hadirnya teknologi baru. Selain karena perubahan ke arah yang lebih baik, juga agar tidak ketinggalan zaman, sebutnya.

Melalui program Analog Switch Off (ASO), seluruh TV Analog akan dimatikan dan berpindah ke TV Digital dimulai bertahap tanggal 30 April mendatang. Dengan adanya program itu, otomatis akan berdampak kepada industri media yang saat ini berada pada jalur analog.

淪ecara riil, industri media analog dapat merasa keberatan. Baik dari sisi izin, teknologi, dan keterbatasan data untuk pengalihan, sebutnya seraya menceritakan hal-hal yang dikeluhkan asosiasi TV lokal Jawa Timur kepadanya.

Pakar industri media massa asal 51动漫 (UNAIR), Dr Suko Widodo MSi. (Foto: Agus Irwanto)

Kondisi itu merupakan dilema tersendiri bagi dunia industri media. Namun, untuk mengatasinya, Suko menyarankan solusi berupa bantuan pemerintah bagi stasiun TV yang belum siap untuk berpindah. 淭ugas penting bagi pemerintah, adalah agar industri TV Analog sekarang tidak merasa sulit untuk menyesuaikan perpindahan menuju digitalisasi, sebut anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur 2022 tersebut.

Suko menganalogikan jaringan analog sebagai lahan yang ditumbuhi oleh padi, sedangkan jaringan digital sebagai lahan padi yang memiliki luas sama namun bertumpuk ke atas. 淛adi selain bisa memuat lebih banyak, gambar dan suara digital memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang memakai jaringan analog, jelasnya.

Selain efektivitas, pengalihan itu juga membuka peluang bisnis yang besar. 淒engan terbukanya kesempatan-kesempatan dalam berbisnis di media, maka akan menciptakan ratusan ribu tenaga kerja, dan juga menghasilkan pajak yang dapat menambah devisa negara, lanjutnya.

Persaingan yang ketat antara pemilik bisnis media, juga akan mendorong variasi, inovasi serta kreativitas dari penyelenggara TV. 淜arena kreativitas sejatinya menjadi modal bagi sumber daya manusia untuk meniti karir di dunia digital, dengan begitu bisa menghasilkan tayangan-tayangan inovatif, sebutnya.(*)

Penulis: Stefanny Elly

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT