51动漫

51动漫 Official Website

Pakar Psikologi Keluarga UNAIR Ungkap Hambatan Pernikahan Beda Agama

Foto by iStockLuke Chan

UNAIR NEWS Pakar Psikologi Keluarga 51动漫 (UNAIR), Prof Dr Nurul Hartini SPsi MKes Psikolog, mengungkapkan bahwa pasangan yang menikah dengan perbedaan agama memiliki tantangan yang lebih besar daripada pasangan dengan keyakinan yang sama. Hal itu karena perbedaan agama menjadi salah satu perbedaan yang cukup curam dalam hubungan pasangan.

淜alau kita bahas agama, itu adalah keyakinan yang memang semua pemeluknya yakini kebenarannya. Karena setiap agama memiliki hal yang berbeda dengan apa yang pemeluk yakini. Walaupun kita sama-sama yakin bahwa tuhan itu ada, ungkapnya kepada UNAIR NEWS (26/7/2023),.

Berbeda Sejak Awal

Dengan memutuskan untuk menikah berbeda agama dan tidak ada yang mau berkorban, sebenarnya itu sudah menandakan bahwa mereka memang sulit menyatukan sejak awal. Padahal bagi sebagian orang, agama menjadi hal yang esensial dalam kehidupan mereka. Akhirnya, bukan tidak mungkin kedepan akan banyak permasalahan yang timbul akibat perbedaan itu.

Jelasnya, permasalahan lain akan timbul ketika pasangan tersebut memiliki anak. Terkadang anak dibuat bingung disaat kedua orang tuanya menanamkan nilai yang berbeda. Walaupun, ia menyadari bahwa sangat memungkinkan mereka mampu hidup dengan perbedaan tersebut akibat toleransi yang tinggi.

淪aya yakin setiap dari kita pasti inginnya apa yang kita tanamkan untuk anak-anak itu adalah hal-hal yang kebenarannya memang benar menurut kita, tambah Guru Besar Fakultas Psikologi UNAIR tersebut.

Bukan Hanya Tentang Pernikahan

Menurutnya, agama menjadi hal penting dalam diri seorang manusia, karena hal tersebut akan mempengaruhi dan memberikan warna pada diri pribadi. Agama pun akan menjadi pondasi dalam kita berpikir, bersikap, hingga memberikan respon.

淜alau memang sulit bersatu, mungkin memang bukan pernikahan jalan untuk mempersatukan. Kita tetap saudara, tapi bukan disatukan dalam ikatan tali pernikahan, tutupnya. (*)

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT