51动漫

51动漫 Official Website

Pakar UNAIR: Sel Punca Bisa Menjadi Solusi Masa depan Mengatasi Gigi Goyang

Dr. Agung Krismariono, drg., M.Kes., Sp.Perio (K)., salah satu pakar dari FKG UNAIR. (Ilustrasi: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Informasi terkait pendapat pakar kali ini datang dari dunia kedokteran gigi. Dilansir dari tulisan artikel ilmpiah populer yang tayang di laman UNAIR NEWS pada Selasa (2/2), Dr. Agung Krismariono, drg., M.Kes., Sp.Perio (K)., menjelaskan bahwa penyakit periodontal merupakan penyakit yang merusak jaringan penyangga gigi.

Dalam artikel yang bersumber dari jurnal yang berjudul Agung menjelaskan bahwa penyakit yang merusak jaringan umumnya disebabkan oleh bakteri yang tahan hidup pada lingkungan yang sedikit sekali mengandung oksigen. Oleh karena itu, sambungnya, semakin banyak bakteri di sekitar gigi yang kemudian masuk kedalam jaringan penyangga gigi yang terletak jauh di dalam, maka bakteri ini semakin mudah berkembang biak dan merusak jaringan penyangga gigi.

“Kerusakan pada jaringan penyangga gigi ini akan membuat gigi menjadi  goyang bahkan gigi bisa terlepas dengan sendirinya dari jaringan penyangganya,” ungkapnya.

Tidak hanya, dalam tulisan tersebut Agung menerangkan bahwa berbagai cara telah dilakukan, baik untuk mencegah terjadinya kerusakan pada jaringan penyangga  gigi maupun untuk merawat jaringan penyangga yang sudah mengalami kerusakan.  Pencegahan, tandasnya, dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan rutin menggosok gigi. 

“Pencegahan terhadap terjadinya kerusakan jaringan penyangga gigi juga bisa dilakukan dengan  kunjungan ke dokter gigi secara berkala. Kunjungan ini dimaksudkan agar dapat dilakukan  pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi, serta dilakukan pembersihan plak di sekitar gigi,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga memaparkan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini ilmu untuk mempercepat pertumbuhan jaringan  penyangga gigi telah berkembang pesat. Teknologi itu, lanjutnya, dikenal sebagai rekayasa jaringan yang  memanfaatkan sel punca atau sel induk (stem cell).

“Sel punca merupakan awal mula dari  pertumbuhan sel yang lain. Sifat sel punca antara lain mempunyai kemampuan untuk  memperbanyak diri, belum memiliki fungsi yang spesifik, dan mampu berkembang menjadi  tipe sel tertentu yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan,” jelasnya. 

Pada akhir, ia juga menjelaskan bahwa sel punca dapat berasal dari jaringan embrionik maupun jaringan dewasa. Sel punca embrionik biasanya diambil dari tali pusar janin saat persalinan. Sementara itu, sambungnya, sel punca yang banyak dikembangkan adalah yang berasal dari jaringan dewasa. Sel punca yang berasal dari jaringan dewasa ini, antara lain yang berasal dari gigi. Sel punca yang berasal dari gigi biasanya berasal darigigi susu, gigi geraham bungsu maupun dari gigi geraham kecil.

“Meskipun saat ini pemanfaatan sel punca yang berasal dari gigi maupun jaringan sekitarnya untuk merawat kerusakan jaringan penyangga gigi masih dalam batas penelitian ilmiah dan belum digunakan secara luas, namun metode perawatan dengan memanfaatkan sel punca ini memberikan suatu peluang yang menguntungkan untuk perbaikan jaringan periodontal di masa yang akan datang,” pungkasnya.

: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT