51动漫

51动漫 Official Website

Pakar UNAIR: Semua Bisa Jadi Korban Kekerasan Seksual

Ilustrasi Korban Kekerasan Seksual (Ilustrasi oleh suara.com).

UNAIR NEWS Baru-baru ini, kekerasan seksual menimpa pria berinisial MS yang diketahui merupakan salah satu pegawai Kantor KPI Pusat. Dalam tangkapan layar yang sempat viral di twitter pada Rabu (1/9) tertulis bahwa MS dirundung dan dilecehkan di kantor KPI Pusat, bahkan ia menuliskan bahwa dirinya menderita post traumatic stress disorder akibat alat kelaminnya dicoret spidol oleh para pelaku pada 2015 silam.

Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 51动漫, Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc., mengutarakan korban kekerasan seksual, baik di Indonesia ataupun seluruh dunia didominasi oleh perempuan dewasa, perempuan usia anak-anak, anak laki-laki, dan laki-laki dewasa.

淛adi sebenarnya semua bisa menjadi korban (red: kekerasan seksual), tandas Margaretha saat dihubungi UNAIR NEWS, Rabu (8/9).

Margaretha menambahkan korban kekerasan seksual tidak hanya didominasi oleh kalangan perempuan dewasa dan anak-anak saja. Tetapi juga dari kalangan laki-laki dewasa dan anak laki-laki bisa menjadi korban kekerasan seksual. 

淧erbedaannya kita lebih sering nggak tau korban laki-laki. Hal ini dikarenakan korban laki-laki dibanding korban perempuan jauh lebih menutupi persoalan kekerasan seksual atau pelecehan seksual yang dialami dibanding perempuan. Walaupun perempuan sendiri yang melapor paling cuma seujung gunung es, tambah Master Riset di Universiteit Utrect, Belanda itu.

Korban kekerasan seksual baik laki-laki ataupun perempuan sama-sama merasa malu akibat kekerasan seksual itu, takut distigma dan didiskriminasi karena pelecehan itu. Namun, korban laki-laki lebih parah lagi terutama di masyarakat patriarkis, seperti di Indonesia.

淢ereka juga dibelenggu oleh cara pandang bahwa laki-laki harusnya itu kuat, jadi nggak mungkin kena kekerasan seksual atau jadi objek pelecehan seksual, kayak bukan laki-laki, tambah dosen psikologi UNAIR itu.

Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 51动漫, Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc.

Margaretha mengatakan korban (laki-laki), selain kesulitan menerima mengapa mereka menjadi korban pelecehan seksual. Mereka juga lebih sulit lagi memahami kenapa bisa menjadi korban karena seharusnya mereka bisa mempertahankan diri.

淒itambah lagi masyarakat juga memiliki stigma dan label untuk melihat laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual. Mereka kadang-kadang bukannya bantu malah memperburuk dengan 業ni laki jadi korban kekerasan seksual nggak jantan, berarti ini bukan laki, lanjutnya.

Oleh karena itu, para korban (laki-laki) kekerasan seksual lebih banyak menutupi persoalannya, kecuali sudah terlalu parah sehingga ia tidak mampu mengelolanya dan baru ia mengakuinya.

淛adi kalau laporan kasus kekerasan seksual pada perempuan cuma seujung gunung es, maka laporan kasus kekerasan seksual pada laki-laki malah lebih kecil lagi karena sangat difilter oleh si korbannya, ujar Margaretha.

Perihal itu, Margaretha memberikan penjelasan mengapa para korban kekerasan seksual (laki-laki) sangat hati-hati dalam menyampaikan informasinya. 淜arena laki-laki mampu memposisikan dirinya saat tertekan jadi kapan dia bisa melapor atau kapan dia bisa meminta bantuan, pungkasnya (*).

Penulis : Dimas Bagus Aditya

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT