51动漫

51动漫 Official Website

Pameran Arsip Pandemi Covid-19 UNAIR Ceritakan Perjuangan Pembuatan Vaksin Karya Anak Bangsa

Prof Dr Fedik Abdul Rantam DVM

UNAIR NEWS – Pameran Arsip Pandemi Covid-19 UNAIR diselenggarakan mulai 3 hingga 12 Januari 2023 di Balai Pemuda, Alun-Alun Surabaya. Kegiatan tersebut menyuguhkan perjuangan Indonesia, khususnya 51动漫, yang turut berjuang selama masa pandemi. Salah satu perjuangan itu berupa karya dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR Vaksin Merah Putih atau Inavac yang digagas oleh Prof Dr Fedik Abdul Rantam DVM.

Pada Rabu (4/1/2023), Prof Fedik diundang menjadi pembicara dalam talkshow Pameran Arsip Pandemi Covid-19 UNAIR. Selain itu, diundang juga beberapa siswa SMA dan SMK se-Surabaya.

Vaksin Covid-19 Pertama Karya Anak Bangsa

Dalam talkshow tersebut, Prof Fedik mengungkap panjangnya perjuangan untuk memperoleh sampel pengujian vaksin Covid-19 karena membutuhkan tujuh belas tahapan. 淜erja sama antara UNAIR dengan PT Biotis itu awalnya mengisolasi 29 virus, kemudian diseleksi hingga akhirnya didapat satu sampel terbaik, terang Guru Besar FKH UNAIR itu.

Tentu, lanjutnya, untuk mencapai tahap itu bukan tanpa hambatan. Beberapa hal yang disebutkan Prof Fedik sebagai kendala adalah peralatan yang harus dioptimalkan terlebih dahulu dan pendanaan yang awalnya tidak disokong oleh , tapi kemudian didukung oleh Kementerian Kesehatan.

淢eskipun begitu, saya dan tim merasa senang karena presentasi progres kami selalu bagus. Itulah pentingnya excellence with morality, dengan kemampuan yang kita miliki, juga ketulusan kita membantu orang lain, maka akan didapat hasil yang baik dan maksimal, paparnya.

Masyarakat Tidak Mau Vaksin, Bagaimana?

Namun, tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang menentang vaksin karena anggapan mereka yang tidak akan terinfeksi Covid-19 meskipun tidak vaksin. Menanggapi persoalan ini, Prof Fedik mengaitkan dengan kasus bertahun-tahun lalu.

淜ita tentu tidak bisa memaksa orang lain, tapi kita bisa melihat dari realitanya saja. Indonesia dulu mengalami penurunan banyak kasus, contohnya influenza, itu juga karena vaksin, jelasnya. Ketua Magister bidang Vaksinologi dan Imunoterapeutik itu juga menambahkan bahwa regulasi pemerintah yang menuntut masyarakat untuk vaksin adalah salah satu upaya menekan persebaran Covid-19. 淛ika tidak, maka mungkin sekarang kita tidak bisa di posisi 榤endekati sembuh seperti sekarang, ujarnya. (*)

Penulis: Leivina Ariani Sugiharto Putri

Editor  : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT