UNAIR NEWS 听– Mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 51动漫 menyelenggarakan pameran foto dengan tema 楶otret pembangunan dan modernisasi Kota Surabaya.
Sempat terjadi pergantian rencana pada pameran foto ini. Mulanya untuk memperingat Hari Kebangkitan Nasional dan HUT Surabaya ke-725 bersamaan dengan pemerintah kota. Namun urung dilakukan karena sempat terjadi teror bom beberapa waktu yang lalu.
淎khirnya keputusan dari segenap pihak, pameran tetap dilaksanakan di kampus. Tentu dengan semangat keberanian agar tidak larut dalam ketakutan akibat tragedi teror, terang Treesya Hulontawa Melahuma, asisten penanggung jawab mata kuliah Antropologi Pembangunan yang diampu Dr., Dra., Pinky Saptandari MA.
Pameran yang dibuka oleh Dekan FISIP, Dr., Drs., Falih Suaedi M.Si bertempat di Gedung A FISIP, Kampus B UNAIR. Berlangsung selama 2 hari, (30-31/05), pameran foto ini bertujuan meningkatkan kepekaan terhadap fenomena pembangunan kota Surabaya.
淜epekaan itu penting. Tapi dari kegiatan ini daya kreatifitas mahasiswa dalam penyelenggaraan pameran dan penyajian foto-foto yang menarik juga dilatih dan diuji, tambah Treesya.
Pameran yang di dalamnya juga terdapat perlombaan itu memberi kesempatan minimal 5 foto tiap kelompok. Penataan foto dapat dikreasikan oleh mereka. Perlombaan foto ini mengambil juara 1, 2, dan 3 yang dipilih oleh dewan juri, yaitu Pinky Saptandari, Drs., Pujdio Santoso, M.Sosio, dan Cacha听 (fotografer profesional). Selain 3 juara itu, ada juara favorit yang dilihat dari suara terbanyak (voting) dari pengunjung.
Dalam proses penganugerahan, seluruh piagam juara diserahkan oleh Wakil Dekan 1 FISIP Prof. Dr., Drs., Budi Prasetyo M.Si. Serta, seluruh hadiah diberikan oleh Pinky sebagai PJMK sekaligus juri.

Dari kegiatan ini, harap Treesya, setiap pengunjung dapat melihat dan mengartikan tiap foto. Untuk mahasiswa Antropologi, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menjelaskan fenomena lewat gambar.
淗arapan saya, kegiatan in dapat dijadikan contoh bagi program studi lain di FISIP. Karena hal semacam ini merupakan penggabungan metode belajar di kelas dengan outdoor learning. Dan ke depan, pameran seperti ini akan diadakan sebagai peringatan Dies natalis FISIP dengan tema yang tematik, ungkap Falih. (*)
Penulis : Hilmi Putra Pradana
Editor : Binti Q. Masruroh





