Kelompok pekerja adalah salah satu kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular COVID-19. Sebab saat bekerja dari kantor, pekerja pasti akan banyak kontak langsung dengan banyak orang setiap harinya dimana kita tidak pernah tau apakah orang yang kita temui dalam kondisi sehat atau sakit. Saat ini kita tidak bisa menuntut semua pemilik usaha untuk mempekerjakan pekerjanya dengan sistem working from home, sebab tidak semua jenis usaha memang dapat dikerjakan secara remote. Tingginya risiko penularan COVID-19 ditempat kerja, membuat kami ingin mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap penularan COVID-19 di tempat kerja.
Penularan COVID-19 pada tiap individu pasti disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda, salah satunya adalah faktor karakteristik individu. Faktor-faktor tersebut juga bisa sekaligus menjadi faktor yang memperparah kondisi seseorang saat terkena COVID-19. Kami melakukan survey secara online kepada 100 lebih pekerja dari berbagai macam latar belakang industry untuk mengetahui bagaimana tindakan pencegahan penularan COVID-19 ditempat kerja mereka dan melakukan analisis risiko dari hasil survey tersebut.
Hal-hal yang menjadi poin utama saat kami melakukan pengukuran risiko adalah bagaimana upaya pengenalian yang telah diterapkan di masing-masing tempat kerja berdasarkan level pengendalian yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administrasi dan penggunaan alat pelindung diri. Kemudian kami juga mencari data individu, life style dan riwayat penyakit sebagai tambahan data.
Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa kebiasaan merokok menunjukkan memiliki hubungan terhadap peningkatan risiko tertular COVID-19. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal sebab orang yang merokok menjadi lebih berisiko terinfeksi COVID-19 jika tidak memperhatikan kebersihan tangan karena perokok cenderung menempelkan produk rokok ke mulut mereka. Selain itu, peningkatan kerentanan pada perokok disebabkan karena adanya peningkatan ekspresi gen angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) yang merupakan reseptor utama.
Agar hasil penelitian yang kami lakukan bisa lebih bermanfaat khususnya untuk pekerja, kami juga telah membuat sebuat booklet panduan pengendalian penularan COVID-19 ditempat kerja yang telah mendapatkan nomer registrasi hak cipta dari Direktorat Jendral Kekayaan intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan booklet juga telah kami sebar luaskan dengan harapan bisa membantu para pemilik usaha dan semua pekerja untuk melakukan Tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 yang tepat agar kasus COVID-19 bisa ditekan dan kita semua bisa segera lepas dari kondisi pandemi ini.
Meski saat ini kasus COVID-19 sudah cukup bisa ditekan dan semua aktivitas mulai berlangsung normal, kita tidak bisa mengindaikan bahwa virus itu masih ada, masih berbahaya dan tetap harus menjaga konsistensi untuk mencegah penulara COVID-19. Berdasarkan hasil temuan dipenelitian, harapannya para perokok bisa mulai merusabah kebiasaannya utamanya menjaga personal hygiene sebelum menyentuk batang rokok dan menyalakannya. Akan lebih baik lagi jika mereka sedikit demi sedikit bisa mengurangi kebiasaan tersebut untuk kesehatan diri mereka sendiri dimasa yang akan datang.
Penulis: Shintia Yunita Arini, S.KM., M.KKK.
Title: Relationship between Gender, Smoking Habits, and Pregnancy Status and the Risk of Covid-19 transmission in the Workplace for Workers in Surabaya
Link Journal :





