淛angan menyerah meskipun pernah gagal dan jangan pernah bosan untuk belajar di segala situasi dan kondisi
UNAIR NEWS – Vemberian Zetia Radana mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) menyandang gelar wisudawan terbaik pada periode 245. erkat kegigihan dan kerja kerasnya, mahasiswa Program Studi Gizi UNAIR itu lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73.Perstasi ini Vemberian raih karena sifat perjuangannya yang pantang menyerah di tengah tantangan ekonomi.
Vemberian merupakan mahasiswi yang aktif dalam berbagai kegiatan di luar kampus selama berkuliah. Ia sempat menjabat sebagai finance manager atau bendahara di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM selama dua tahun. Kegiatan seminar dan pengabdian masyarakat juga menjadi kesibukan lain dari Vemberian. Namun, hal tersebut tidak membuatnya lupa akan tanggung jawab utamanya sebagai mahasiswa.
淧ada saat kuliah, saya berjanji untuk tidak menunda-nunda waktu belajar atau mengerjakan tugas dari dosen, sehingga ketika menjalani kegiatan organisasi saya dapat mengikuti rapat atau event dengan maksimal tanpa ada beban perkuliahan, ujar Vemberian.
Keterbatasan Tidak jadi Halangan
Sebagai mahasiswa yang memasuki dunia perkuliahan pada tahun 2020, Vemberian merasakan sulitnya menjalankan studi di era pandemi Covid-19. Masa awal kuliah menjadi masa tersulit bagi Vemberian karena orang tuanya mengalami permasalahan ekonomi. Permasalahan tersebut membuatnya memutuskan untuk membantu pekerjaan orang tuanya. 淪aya membantu pekerjaan orang tua dengan berjualan makanan sambil berkuliah. Pada saat itu, banyak tekanan yang saya alami, tetapi saya tidak putus asa, tuturnya.
Pengalamannya membantu pekerjaan orang tua justru meningkatkan semangatnya untuk lebih giat belajar dan tidak bermalas-malasan. Ia percaya bahwa setiap setiap detik adalah waktu yang berharga. Selain kerja keras, Vemberian juga memegang teguh nilai kepedulian terhadap sesama. Motivasi terbesarnya dalam menjalani perkuliahan adalah meningkatkan jiwa sosial untuk dapat membantu sesama manusia.
淪aya mendalami studi saya di bidang gizi agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Saya belajar di bidang gizi masyarakat, kesehatan, dan industri, serta isu kesehatan di Indonesia agar dapat meningkatkan jiwa sosial saya untuk bisa membantu sesama, ungkap Vemberian.
Keberhasilan Vemberian tidak terlepas dari pola pikir yang ia tanamkan dalam dirinya. Ia menganalogikan manusia yang menuntut ilmu seperti gelas. Semakin kosong, maka ia akan menerima lebih banyak air. Begitu pula dengan manusia. Ketika merasa ilmunya masih sedikit, ia akan menerima lebih banyak pengetahuan baru dan tidak berhenti belajar.
Penulis: Khumairok Nurisofwatin
Editor: Khefti Al Mawalia





