UNAIR NEWS – (PATAKA) berhasil menggelar kegiatan pelepasan penyu di Pantai Bajul Mati, Kabupaten Malang. Melibatkan partisipasi masyarakat umum, acara ini berlangsung pada Sabtu (21/12/2024). Ketua pelaksana kegiatan Tita Hurina Bintang Dyya Adonics menyampaikan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari kekhawatiran terhadap penurunan populasi penyu yang semakin signifikan.
淧rogram kerja ini adalah salah satu inisiatif yang bertujuan untuk membantu mengatasi masalah tersebut dengan melibatkan mahasiswa dalam upaya pelestarian dan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya konservasi penyu dan lingkungan laut. Oleh karena itu, PATAKA FH UNAIR berkeinginan untuk menyelenggarakan kegiatan lepas penyu ini, tuturnya.
Dari Pantai ke Laut
Mengangkat tema From Beach to Ocean: A journey of Sea Turtle Conservation, Tita mengatakan bahwa tema tersebut terpilih karena menggambarkan perjalanan penyu yang tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Mulai dari daratan pantai saat mereka menetas hingga menuju lautan, tempat mereka tumbuh dan berkembang.
淜ami ingin menunjukkan bagaimana siklus hidup penyu dan perjuangan para penyu. Dengan mengetahui banyaknya tantangan yang hewan tersebut hadapi dalam perjalanan hidupnya, kami harap masyarakat tidak melakukan hal-hal seenaknya yang dapat mengancam populasi penyu. Seperti melakukan perburuan liar dan melakukan pencemaran, jelasnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya mengadakan sesi pelepasan penyu saja. Tita menyampaikan, dalam kegiatan tersebut para peserta juga mendapatkan materi dari perwakilan pihak Bajulmati Sea Turtle Convention (BSTC). Seluruh peserta berkesempatan belajar mengenai konservasi alam melalui sesi tanya dan diskusi langsung.
Harapan dan Tantangan
Lebih lanjut, Tita mengharapkan kegiatan tersebut dapat berdampak dalam meningkatkan peluang kelangsungan hidup komoditas penyu. 淒engan melepaskan mereka ke habitat aslinya dapat mengurangi risiko predasi dan meningkatkan kemungkinan mereka berkembang menjadi dewasa. Di mana hal tersebut juga dapat meningkatkan populasi penyu yang terancam punah melalui edukasi dan aksi nyata dalam kegiatan ini, harapnya.
Tita juga berharap, melalui kegiatan tersebut para peserta dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan penyu serta alam. Namun, tantangan tentu saja tidak terhindarkan. Tita mengatakan, mayoritas peserta ragu untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan adanya ketidakpastian dalam tanggal pelaksanaan.
淜arena kegiatan pelepasan penyu ini perlu memperhatikan kondisi alam dan kesiapan penyu itu sendiri, kegiatan pelaksanaan dapat berubah secara mendadak. Sehingga, orang-orang ragu untuk bergabung dengan kegiatan ini. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan organisasi alam di fakultas lain. Seperti (APIKAL) untuk meningkatkan jumlah partisipan, pungkasnya.
Penulis: Nadia Azahrah Putri
Editor: Yulia Rohmawati





