UNAIR NEWS Sebagai rangkaian penutup dari Perkuliahan Dasar Bersama (PDB), Unit Pendidikan Kebangsaan dan Karakter (UPKK) 51动漫 menggelar expo project. Gelaran yang dilaksanakan pada Jumat (17/6/2022) itu, dibalut dengan konsep PDB EXPO 2022 yang menampilkan beragam inovasi dari mahasiswa semester dua yang mengampu mata kuliah PDB.
Kegiatan yang dilangsungkan di area Kampus MERR (C) UNAIR itu, dibuka langsung oleh Rektor UNAIR Prof Dr Moh Nasih SE MT Ak. Kepada awak media Prof Nasih mengatakan bahwa PDB menjadi awal untuk standarisasi wawasan bagi mahasiswa sebelum masuk dan fokus pada studi di fakultas masing-masing.
淏ahwa standarisasi ini memang diperlukan sebelum mereka (mahasiswa, red) masuk ke fakultas masing-masing. PDB ini menjadi fungsi untuk memberikan bekal wawasan yang standar bagi mahasiswa, ujarnya.
Selain itu, Prof Nasih juga mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa keilmuan tidak bisa berdiri sendiri. Oleh sebab itu, interdisiplin yang diterapkan pada PDB harus dioptimalkan dengan sebaik-baiknya.

淛adi mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar kedokteran saja, tapi juga sosiologi, budaya, ekonomi, dan keilmuan lainnya. Hal ini kelak akan menjadi bekal yang bermanfaat saat mereka terjun di lapangan, jelasnya.
Tidak hanya hal tersebut, Prof Nasih juga menekankan bahwa adanya PDB juga bisa menjadi wadah untuk membangun kolaborasi antar mahasiswa yang berasal dari beragam daerah, keilmuan, dan latar belakang. Jika hal tersebut bisa dioptimalkan, sambungnya, maka akan semakin tumbuh rasa cinta pada UNAIR dan bangsa.
淒an yang demikian ini bisa menjadi bekal penting ketika mereka (mahasiswa, 颅red) lulus, paparnya.
Pada akhir, di sela meninjau hasil karya mahasiswa PDB, Prof Nasih mengatakan bahwa karya-karya mahasiswa luar biasa. Prof Nasih juga mengapresiasi beragam inovasi yang dihasilkan oleh ribuan mahasiswa semester dua tersebut.
淧ada hari ini telah kita saksikan bersama, meski masih semester dua, karya mereka luar biasa dan bagus. Tentu, kami akan terus mendukung dan mengembangkan kolaborasi dan inovasi mereka, pungkasnya.
Penulis: Nuri Hermawan





