51动漫

51动漫 Official Website

Peduli Lingkungan, UKMKI Bersih-Bersih Sampah di Pantai Bangkalan

Peserta Yansos Sharing and Caring saat melakukan bersih-bersih sampah di Pantai Goa Petapa, Bangkalan. (Foto: Istimewa)
Peserta Yansos Sharing and Caring saat melakukan bersih-bersih sampah di Pantai Goa Petapa, Bangkalan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Departemen Pelayanan Sosial Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) 51动漫 (UNAIR) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan, Inisiatif Bangkalan, dan Karang Taruna Desa Sukolilo Timur mengadakan aksi bersih pantai di Pantai Goa Petapa, Bangkalan. Kegiatan bernama Yansos Sharing and Caring itu diselenggarakan pada Minggu (23/10/2022).

Upaya Pengendalian

Ardhan Izzanul Moeniri, Pengurus Inisiatif Bangkalan sekaligus pemantik sharing session membuka sesi ini dengan sebuah analogi. Menurutnya, jika saja dahulu VOC menjual air mineral kemudian dibuang ke laut, kemungkinan saat ini sampah yang terbuang akan ditemukan. Karena sampah plastik membutuhkan waktu yang panjang dalam proses penguraiannya.

淪aat ini terdapat 7,8 juta ton per tahun dalam artian ada 105 ton per hari. Jika kita analogikan kembali, maka seperti 15 ribu ekor gajah per harinya, jelas Ardhan.

Ia menegaskan bahwa terdapat banyak pengendalian yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka menjaga lingkungan, termasuk tumpukan sampah. Salah satunya adalah upaya-upaya sederhana seperti penggunaan tumbler dibandingkan botol sekali pakai. 

Peluang Kebaikan

Sementara itu, Hikmah Fatoni menyampaikan bahwa buang sampah pada tempatnya akan percuma jika konsumsi plastik masih tinggi. Menurutnya, hal ini terjadi karena sampah-sampah akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menggunung.

“Di masa depan, kita tidak bisa bergantung pada daratan untuk hasil pertanian. Karena bisa kita lihat semakin waktu daratan semakin berkurang. Maka kedepannya, mau tidak mau kita akan bergantung pada biota laut. Jika sampah terus bertambah, maka kemungkinan masa anak cucu kita akan menemukan sampah, bukan biota laut,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Salah satunya adalah menghindari penggunaan sedotan karena tanpa sedotan pun, kita tetap dapat minum. Kemudian, membiasakan diri dengan makan di tempat untuk mengurangi sampah bungkus makan. Ia menyarankan untuk tetap rajin menggunakan tote bag.

“Peluang kebaikan untuk generasi masa depan berasal dari pola hidup kita saat ini. Dengan adanya aksi bersih pantai semacam ini, bukan orang Bangkalan yang akan berterima kasih, bukan kami, tapi bumi yang akan berterima kasih.

Ani Rahmawati, selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merealisasikan penjagaan alam dan juga media dakwah dalam bentuk pengabdian masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa hal ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

淗arapannya tentu program ini bisa berlanjut dan semakin meningkatkan kesadaran bagi diri kita sebagai mahasiswa, masyarakat maupun seluruh insan sebagai bentuk ikhtiar kita dalam menyayangi alam yang merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT,” paparnya.

Perlu diketahui, kegiatan itu dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari berbagai universitas yang dimulai pukul 06.00 WIB. Peserta dikumpulkan untuk pembagian kelompok dan juga briefing. Setelah dipaparkan mengenai denah pembersihan,pos medis, serta titik pengumpulan sampah, peserta diberikan alat kebersihan seperti handscoon dan trash bag. Bersih pantai dilakukan sekitar 90 menit. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat sekaligus sharing session

Penulis : Ilma Arrafi Nafi檃

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT