UNAIR NEWS Sebentar lagi, gerbang menuju kampus idaman akan dibuka. Calon mahasiswa siap bersaing untuk memperebutkan jatah kursinya di Perguruan Tinggi (PT) yang diharapkan. Berbagai persiapan telah dipertimbangkan sematang mungkin oleh pihak PT. Begitu juga dengan 51动漫 (UNAIR).
Dalam jumpa pers sosialisasi SNMPTN, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA mengatakan, UNAIR memiliki sedikit perubahan dalam mekanisme prosedur pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Secara nominal, UNAIR tidak ada perubahan, hanya saja mekanismenya yang sedang kita pelajari, ujarnya di hadapan awak media di Ruang Rektor, pada Senin (16/1).
Berkaca pada banyaknya mahasiswa yang meminta keringanan UKT, Prof. Nasih mengungkapkan akan ada sedikit perubahan. 淜asus kita, ada mahasiswa yang dapat UKT 5. Namun di semester berikutnya minta keringanan, itu yang sedang kami pelajari. Nah, kita sedang merancang prosedur untuk pembayaran di awal, jadi dalam bentuk sumbangan universitas. Tapi nanti UKT-nya jadi lebih ringan, jelasnya.
Pertimbangan tersebut tercetus karena adanya perubahan kondisi ekonomi mahasiswa yang tak menentu. Kendati secara perhitungan menurun, namun menurut Prof. Nasih manfaatnya akan terasa secara sosial.
渊补 kan banyak mahasiswa yang ditengah jalan ditinggal orang tuanya, atau di PHK (Putus Hubungan Kerja,red). UNAIR tetap menjamin, bagi mereka yang tidak mampu juga akan kami pikirkan, ujarnya. 淜ita ingin teman-teman kita yang tidak mampu juga bisa bersaing, tambahnya.
Namun prosedur tersebut masih mengikuti respons dari masyarakat. Apabila masyarakat menanggapi dengan positif, bukan tidak mungkin hal tersebut akan terealisasi. Namun, apabila respons masyarakat negatif, maka UNAIR akan tetap mengacu pada prosedur pembayaran UKT sebelumnya.
Selain itu, terkait beasiswa bidik misi, Prof. Nasih menyerukan seluruh calon mahasiswa kurang mampu agar mendaftarkan diri pada program Bidikmisi. Kendati selama ini ada anggapan bahwa mahasiswa pelamar Bidikmisi yang tidak diterima di SNMPTN dan SBMPTN akan gagal. Namun, di UNAIR, mahasiswa Bidikmisi lewat jalur mandiri pun akan dipertimbangkan.
淛adi jangan khawatir tidak diterima di jalur SBMPTN atau SNMPTN, karena UNAIR juga mempertimbangkan Bidikmisi lewat jalur mandiri, jelasnya. 淢ereka yang kaya kan bisa les privat, manggil guru ke rumah untuk ngajari juga bisa jadi lolos SNMPTN itu sudah lumrah. Nah, yang tidak mampu ini harus kita pikirkan, imbuhnya.
Terkait jumlah kuota penerimaan SNMPTN dan SBMPTN yang menurun, Prof. Nasih mengungkapkan bahwa pihaknya ingin lebih selektif dalam penerimaan calon mahasiswa baru. Menurutnya, hanya siswa yang punya potensi untuk masuk PT saja yang diterima.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasih juga sempat memberikan komentar terkait penggunaan tes masuk PT menggunakan sistem CBT (Computer Based Test). Untuk tahun ini, kuota tes melalui CBT secara nasional berjumlah 30.000 peserta. Sedangkan, UNAIR akan menyediakan kuota tes CBT sekitar seribu peserta.
淜e depan, CBT akan terus didorong. 30.000 itu masih gak sampai 5 persen dari total, itu kecil sekali. Oleh karena itu kita akan mendorong, kita mensupport penuh kebijakan itu, pungkasnya.(*)
Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.





