51动漫

51动漫 Official Website

Problematika Peggunakan Aplikasi Kepatuhan Minum Obat oleh Pasien Diabetes Mellitus

Peggunakan Aplikasi Kepatuhan Minum Obat oleh Pasien Diabetes Mellitus
Sumber: Tribunnews

Ketidakpatuhan minum obat masih menjadi momok bagi sebagian pasien dengan penyakit kronis. Data literatur menunjukkan sekitar 50% penderita penyakit kronis tidak mematuhi instruksi penggunaan obat. Angka ini bahkan bervariasi pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 karena berkisar antara 6% hingga mencapai 96%. Beragam penyebab ketidakpatuhan mulai dari lupa minum obat, umur yang menua, pengetahuan yang rendah tentang obat hingga munculnya penyakit penyerta (komorbid) yang diderita pasien.

Berbagai inovasi untuk meningkatkan kepatuhan telah diteliti dengan salah satunya yaitu penggunaan aplikasi di telepon genggam (mobile app). Penggunaan aplikasi mobile menjadi pilihan akhir-akhir ini karena sifatnya yang praktis, mudah dibawa dan mampu disesuaikan dengan kondisi pasien (tailored). Berbagai kelebihan ini ternyata belum mampu membuat aplikasi tersebut digunakan dalam praktek klinis atau terintegrasi dengan praktek layanan kesehatan yang ada. Disinyalir bahwa kesiapan dan penerimaan pasien yang rendah menjadi penyebab dominan hal tersebut.

Peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 bersama dengan peneliti dari Malaysia dan Filipina mencoba mempelajari problematika kesiapan, penerimaan dan kendala pasien DM tipe 2 kala menggunakan aplikasi mobile untuk meningkatkan kepatuhan minum obat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara melibatkan 25 pasien dengan DM tipe 2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan aplikasi mobile dibandingkan cara konvensional. Meskipun demikian, pasien mengaku literasi digital yang rendah, privasi dan keamanan data menjadi hambatan dalam penggunaan aplikasi kepatuhan. Penerimaan pasien terhadap aplikasi mobile sangat dipengaruhi oleh jenis obat, karakteristik pasien, keterlibatan tenaga kesehatan dan keluarga serta sifat aplikasi tersebut. Secara umum, pasien menginginkan pendekatan yang mengkombinasikan penggunaan aplikasi mobile dan cara konvensional seperti konseling dan edukasi pasien.

Penulis: Andi Hermansyah

Hasil penelitian dapat diakses di: 听

Baca juga: Potensi Pengembangan Obat Baru untuk Terapi Diabetes

AKSES CEPAT