UNAIR NEWS – Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, 51动漫 melalui Pusat Informasi dan Humas (PIH), dan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) mengadakan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 di Kabupaten Bangkalan. Sosialisasi digelar Rabu (1/2), bertempat di SMKN 2 Kabupaten Bangkalan, Madura.
Acara dihadiri oleh Kepala SMKN 2 Kamus S.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemkab Bangkalan Mariono. Sosialisasi dihadiri oleh kepala sekolah dan guru bimbingan konseling SMA/SMK/ Sederajat di Kabupaten Bangkalan.
Pemateri dari PPMB UNAIR Taufik, S.T., M.Kom., menjelaskan, meski seorang pelajar memiliki jejak rekam akademis dan kesiswaan yang mumpuni, tak membuat pelajar tersebut bisa lolos dengan mudah dalam proses SNMPTN. Hal itu juga bergantung pada aspek penentu lainnya seperti indeks prestasi kumulatif alumni, indeks integritas sekolah, dan tingkat keketatan masing-masing program studi.
Bila pelajar memang tak lolos SNMPTN, guru diharapkan terus mendorong siswa untuk belajar dengan rajin. Sebab, usai proses SNMPTN berlangsung, pelajar masih memiliki kesempatan untuk mengikuti SBMPTN. Dalam SBMPTN, siswa akan melakukan tes tulis secara bersamaan. Tes SBMPTN akan berlangsung pada tanggal 16 Mei 2017.
Selain SBMPTN, ada pula jalur masuk Mandiri. Meski belum ada peraturan dan jadwal resmi dari UNAIR, Kemenristekdikti menetapkan kuota maksimal pada jalur Mandiri adalah 30 persen.
“Pada jalur Mandiri, kita juga adakan seleksi karena peserta tesnya cukup banyak,” tutur Taufik.
Memilih Prodi
Taufik mengatakan, guru hendaknya membantu siswa dalam memilih prodi. Caranya, dengan mengetahui seluk beluk prodi tersebut, daya tampung dan jumlah peminat, serta sesuaikan kemampuan dengan prodi yang diminati.
“Guru lebih paham dengan kemampuannya adik-adik (pelajar, -red). Kalau kemampuannya biasa-biasa saja, pilihlah yang passing grade-nya tidak begitu tinggi,” tutur Taufik.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Pusat Informasi dan Humas Dr. Bimo Aksono, drh., M.Si., meminta para guru dan siswa untuk mempertimbangkan jurusan di UNAIR Program Studi di Luar Domisili (PDD) Banyuwangi. Menurut data yang dilansir oleh PPMB UNAIR, tingkat keketatan di PDD Banyuwangi tak setinggi prodi yang berada di Surabaya.
Ada empat prodi di UNAIR PDD Banyuwangi, yakni S-1 Kesehatan Masyarakat, S-1 Akuntansi, S-1 Pendidikan Dokter Hewan, dan S-1 Budidaya Perairan.
“Fasilitasnya sama, dosennya sama. Hanya saja tempat kuliahnya di Banyuwangi. Prosesi pengukuhan mahasiswa baru dan wisuda tetap dilakukan di Surabaya,” tutur Bimo.
Sebagai penutup, Bimo menyampaikan pesan kepada para guru dan kepala sekolah. Pertama, sekolah diharapkan untuk tidak melakukan pemeringkatan sendiri. Kedua, dalam pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa, guru diharap berhati-hati dalam mengisi definisi kurikulum.
“Bila ada hambatan dalam pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), gunakan menu bantuan. Karena menurut panitia pusat, bila ada pertanyaan pada hari itu, maka harus dijawab pada saat itu juga,” pesannya. (*)
Penulis : Defrina Sukma S.
Editor : Binti Q. Masruroh





