51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pelajaran dari Amerika Serikat (yang Jangan Ditiru)

Hampir semua orang di dunia ini belajar hal-hal yang positif dari Amerika Serikat sebagai negara super power. Memang ada banyak yang perlu dipelajari dan ditiru dari negara Paman Sam ini. Misalnya, soal penemuan-penemuan yang modern, inovasi di bidang teknologi informasi, kemajuan di bidang industri keuangan seperti perbangkan dan pasar modal, produktivitas masyarakatnya, kemajuan di bidang industri film dan musik, kemajuan teknologi ruang angkasa, kemajuan perguruan tingginya, dan sebagainya.

Namun soal penembakan dan pembunuhan di dalam negeri AS tidak patut kita tiru. Pembunuhan akibat bebasnya kepemilikan senjata api yang dijamin oleh Amendemen UUD Amerika Serikat makin tahun makin meningkat. Menurut FBI, Amerika Serikat menghadapi 61 insiden penembak aktif yang menyebabkan lebih dari 100 kematian pada tahun 2021, meningkat 52,5 persen dari tahun 2020. FBI mengumumkan bahwa lonjakan penembakan yang dimulai sekitar awal pandemi Covid-19 tidak segera melambat atau berhenti.

Baru-baru ini tanggal 24 Mei 2022 seorang pemuda berumur 18 tahun dengan membawa senjata laras panjang masuk ke sekolah dasar Robb Elementary School di Uvalde Texas menembaki dengan brutal anak-anak kecil. Akibatnya, 19 anak dan dua orang dewasa meninggal dunia. Pemuda yang sebelum datang ke sekolah ini menembak lebih dahulu neneknya, ditembak aparat keamanan yang datang ke sekolah itu.

Insiden pembunuhan itu langsung memberi insipirasi kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan peraturan negara bahwa Kanada tidak memperbolehkan siapapun memiliki, membeli, menjual, dan mengirim senjata genggam. Hal ini dilakukan agar kejadian-kejadian pembunuhan yang terjadi di negara tetangganya tidak merembet ke Kanada.

Kejadian serupa terjadi pada tanggal 30 November 2021. Ada anak SMA di Amerika Serikat menembak teman-temannya sendiri di kelas di Oxford Michigan dimana seorang siswa berusia 15 tahun melepaskan tembakan di Oxford High School. Penembakan itu menewaskan tiga siswa dan melukai tujuh lainnya dan seorang guru. Salah satu yang terluka meninggal sehari kemudian.

Menurut data terbaru, pada tahun 2021 telah terjadi insiden penembakan sebanyak 638 kali yang mengakibatkan 482 orang meninggal dan 1.927 orang luka-luka. Diperkirakan bahwa warga sipil AS memiliki 393 juta senjata api. Sebanyak 35 “ 42 persen dari rumah tangga di negara itu memiliki setidaknya satu senjata. AS sejauh ini memiliki perkiraan jumlah senjata per-kapita tertinggi di dunia, yaitu 120,5 senjata untuk setiap 100 orang. Amandemen Kepemilikan senjata api di AS memang diperbolehkan. Hal ini disebut di UU negaranya yaitu pada Amendmen Kedua Konstitusi Amerika Serikat. Jadi, menyimpan dan memiliki senjata itu merupakan hak warganegara.

Data pemerintah pusat (Federal) AS menunjukkan bahwa penjualan senjata telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi virus Corona. Pada tahun 2020, jumlah pemeriksaan latar belakang federal bulanan untuk pembelian senjata secara konsisten setidaknya 20 persen lebih tinggi dari pada pada bulan yang sama pada tahun 2019. Memang sangat mengerikan kalau melihat begitu seringnya insiden penembakan di Amerika Serikat, juga menakutkan kalau melihat kegiatan demonstrasi yang dilakukan dua kelompok masa dimana sering kita lihat ada demonstran dari pihak penentang demonstran pertama menenteng senjata api. Tidak tanggung-tanggung, senjata yang digunakan adalah senjata serbu militer seperti M16 atau AK47.

Setelah kejadian di Texas itu Presiden Joe Biden mengusulkan adanya UU yang membatasi kepemilikan senjata api yang sangat ketat, sementara musuh-musuhnya di Partai Republik menolak usulan seperti itu. Ada Perkumpulan Senjata Nasional bernama NRA atau National Rifle Association (didirikan tahun 1871 oleh dua veteran perang saudara Amerika Serikat). Di bidang politik, perkumpulan ini dmemiliki pengaruh sangat kuat dan pernah memberikan donasi yang cukup besar kepada Donald Trump dalam pemilihan presiden AS. NRA ini yang selalu menolak usulan presiden AS dari partai Demokrat tentang pengaturan kepemilikan senjata api.

Kejadian penembakan dan pembunuhan di AS itu menjadi pelajaran bagi semua negara di dunia termasuk Indonesia untuk menghindari insiden serupa. Dan, pelajaran bahwa melakukan Amendemen UUD itu harus hati-hati. (*)

AKSES CEPAT