UNAIR NEWS – Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) UNAIR menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Populer, pada Kamis (13/2/2025). Kharisar Kahfi, yang akrab disapa Kuka, sebagai General News Desk Deputy Editor dari Jakarta Post hadir memberikan materinya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bima Suci, Airlangga Convention Centre (ACC), Kampus MERR-C, UNAIR.
Menulis artikel opini ilmiah menjadi topik yang sangat diperlukan, terutama, di kalangan akademisi. Hal ini menjadikan pelatihan ini menjadi kegiatan yang menarik bagi berbagai kalangan di UNAIR, khususnya, akademisi dan peneliti dari UNAIR yang ingin mempublikasikan penelitiannya kepada khalayak luas.
Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer
Dalam kepenulisan, ada proses transfer informasi dari penulis dan pembaca. Dalam hal ini, penulis perlu memperhatikan informasi dan pemilihan kata yang tepat, sehingga, pembaca mampu menginterpretasikan informasi dengan baik.
Kunci dari komunikasi sains efektif, lanjut Kuka, ada pada tiga hal. Pertama adalah mengenali audiens. Penting untuk memahami latar belakang pembaca sehingga penulis mampu mengukur bagaimana artikel yang akan ditulis.
Kemudian, penting untuk fokus terhadap pesan yang disampaikan. Dalam hal ini, Kuka menyampaikan materi yang didapat dari Dr Anthony Fauci. 淎da tiga elemen yang harus disampaikan sebagai peneliti. Yakni what we know, what we don檛 know, and what we should do. Jadi, kita harus tau, dengan info yang kita teliti, itu kita harus apa? Apa relevansinya kepada publik?, jelasnya.
Kunci ketiga adalah melibatkan pembaca. Kuka menjelaskan, perlu empati untuk melibatkan audiens. 淪ebab audiens adalah orang yang dapat berpikir, dan kita perlu berempati kepada mereka, lanjutnya. Pembaca dapat memiliki pemahaman yang berbeda, sehingga, penulis harus menyesuaikan tahap pemahaman pembaca, bukan memaksakan pembaca berada pada taraf pemahaman penulis.

Fokus Kepada Pembaca
Umumnya, dalam kepenulisan artikel ilmiah populer yang membahas tentang sebuah penelitian ilmiah, terdapat noise, yakni gap pemahaman antara penulis atau peneliti dengan pembaca yang merupakan khalayak umum. Kuka menekankan kepada peserta bahwa sebagai penulis, harus mampu menyampaikan penelitian dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
Sebagai penulis kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai pembaca, yang berasal dari masyarakat luas. Karena audiens kita tidak hanya dosen atau akademisi, atau bahkan bukan hanya mahasiswa saja, tapi lebih luas, ujarnya.
Ia juga memberikan tips penting untuk para penulis artikel ilmiah populer. Pertama adalah perbanyak membaca artikel ilmiah populer, baik yang berbahasa Indonesia atau Inggris. 淜emudian, selain menulis di website UNAIR, coba juga untuk menulis di The Conversation, nantinya, dari proses editing disana akan jadi ajang latihan, jelasnya.
Terakhir adalah proses editing. Proses tersebut penting untuk mengukur pemahaman pembaca terhadap artikel yang dibuat penulis. Sebagai penutup, Kika juga menyarankan, untuk menanyakan pada orang-orang disekitar, seperti keluarga atau teman mengenai pemahaman mereka terhadap poin-poin dalam tulisan.
Penulis : Febriana Putri Nur Aziizah
Editor : Khefti Al Mawalia





