51动漫

51动漫 Official Website

Pelatihan Manajemen Laktasi dan Pijat Oksitosin Perkuat Dukungan ASI Eksklusif di Dalpenang

UNAIR NEWS FKM UNAIR bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang berupaya meningkatan cakupan ASI eksklusif di Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang melalui penguatan kapasitas berbagai pihak yang berperan dalam mendukung ibu menyusui. Serangkaian kegiatan pelatihan dan workshop manajemen laktasi serta pijat oksitosin diselenggarakan pada Februari 2026 di Puskesmas Banyuanyar, melibatkan ibu hamil dan keluarga, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian berjudul 淎ksi Ottawa Charter dalam Promosi Kesehatan sebagai Upaya Akselerasi ASI Eksklusif di Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang yang diketuai oleh Dr. Dra. Shrimarti Rukmini Devy, M.Kes. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan promosi kesehatan berbasis komunitas dengan memperkuat kapasitas individu, keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 7 Februari 2026 melalui pelatihan manajemen laktasi dan pijat oksitosin bagi ibu hamil dan keluarga. Pelatihan ini bertujuan menguatkan kesiapan ibu dan dukungan keluarga sejak masa kehamilan agar proses menyusui dapat berjalan optimal setelah persalinan. Materi yang diberikan mencakup perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, serta praktik pijat oksitosin yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga untuk membantu merangsang produksi ASI.

Dalam sesi tersebut, Bidan Riska Oktaviana, S.Keb., M.Keb., menjelaskan bahwa keluarga, terutama suami, memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan menyusui, salah satunya melalui pijat oksitosin. Namun, pijat oksitosin hanya boleh dilakukan ketika ibu sudah melahirkan. 淜eluarga, terutama suami, dapat berperan aktif dengan memberikan pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, jelas Riska.

Karimatus mendampingi sesi pelatihan dengan memberikan penguatan materi, khususnya terkait Inisiasi Menyusui Dini (IMD), posisi dan pelekatan menyusui, serta asupan gizi yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan dan menyusui. Penjelasan ini menekankan pentingnya kesiapan fisik dan nutrisi ibu sebagai faktor pendukung keberhasilan ASI eksklusif. Selain itu, Karimatus juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meluruskan mitos menyusui yang ada di masyarakat.

Mendukung upaya Karimatus dalam melawan mitos, Dr. Riris Diana, S.KM., M.Kes (Riris) mewakili tim peneliti menjelaskan bahwa salah satunya mitos bahwa payudara kecil akan memproduksi ASI yang sedikit. Melalui pelatihan ini, diharapkan bisa meluruskan mitos yang tidak benar, yang ada di masyarakat.

“Sebagian besar pada saat proses laktasi muncul banyak mitos seperti saat menyusui tubuh akan menjadi kurang ideal, bentuk payudara yang kecil mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI, menganggap sufor lebih baik, dan seterusnya. Hal tersebut yang perlu dijelaskan kepada ibu dan keluarganya bahwa mitos-mitos tersebut tidak benar, jelasnya.

Selain itu, terdapat pemateri juga memberikan simulasi dan edukasi melalui emodemo. Pemilihan metode emodemo didasarkan pada upaya membuat kegiatan lebih menarik dan menyenangkan, dan bisa menyentuh perasaan sasaran. 淧ada proses EmoDemo, kami menjelaskan tentang bagaimana ASI berproduksi lebih banyal jika terus diberikan dan distimulasi, ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh para peserta. Menariknya, beberapa suami dengan semangat mengajukan diri untuk mempraktikkan pijat oksitosin, dengan berperan sebagai ibu menyusui dalam sesi praktik. Partisipasi aktif ini mencerminkan meningkatnya kesadaran keluarga akan peran penting mereka dalam mendukung ibu menyusui.

Selanjutnya, pada 14 Februari 2026 dilaksanakan pelatihan bagi kader kesehatan Kelurahan Dalpenang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui.

Pelatihan menghadirkan Dr. Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes., sebagai pemateri yang memberikan materi sekaligus memandu praktik manajemen laktasi, perawatan payudara, serta teknik pijat oksitosin. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, pemaparan materi, praktik keterampilan, hingga post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan.

Pada hari yang sama, juga dilaksanakan workshop bagi tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan ibu hamil dan ibu menyusui. Workshop ini difokuskan pada penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan konseling menyusui yang efektif dan empatik. Selain materi manajemen laktasi dan teknik pijat oksitosin, peserta juga mengikuti sesi role play konseling untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dalam mendampingi ibu menyusui di fasilitas kesehatan.

Ketua tim peneliti, Devy, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai aktor kunci dalam ekosistem promosi kesehatan. 淯paya peningkatan ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu saja, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, kader, dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran semua pihak secara bersamaan, ujarnya.

Melalui rangkaian pelatihan dan workshop ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih mendukung keberhasilan ASI eksklusif di tingkat keluarga, komunitas, maupun pelayanan kesehatan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Ottawa Charter dalam promosi kesehatan, khususnya pada aspek pengembangan keterampilan personal, penguatan aksi komunitas, dan penguatan layanan kesehatan.

淒engan kolaborasi berbagai pihak, upaya akselerasi ASI eksklusif di Kelurahan Dalpenang diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak, pungkas Devy.

Penulis: Galuh Mega Kurnia

AKSES CEPAT