Sel punca mesenkimal (Mesenchymal Stem Cells/MES) adalah jenis sel yang memiliki potensi luar biasa dalam regenerasi dan perbaikan jaringan tubuh, serta memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel seperti adiposit, kondrosit, dan osteosit. Sel punca mesenkimal dapat ditemukan dalam berbagai jaringan, termasuk dalam jaringan adiposa atau lemak visceral. Salah satu sumber utama sel punca mesenkimal yang kini menarik perhatian adalah lemak visceral pada kelinci. Kelinci, sebagai hewan model yang banyak digunakan dalam penelitian biomedis, memberikan berbagai keuntungan dalam studi regenerasi dan terapi berbasis sel.
Kelinci banyak digunakan dalam penelitian biomedis karena berbagai alasan, di antaranya ukuran tubuh yang lebih besar daripada tikus, mudah dipelihara, dan memiliki kemiripan dengan manusia dalam beberapa aspek biologis. Dalam konteks penelitian sel punca mesenkimal, kelinci sering dijadikan hewan model untuk mempelajari biologi dan terapeutik sel punca, termasuk pengambilan dan penggunaan sel punca mesenkimal yang diperoleh dari jaringan adiposa visceral. Lemak visceral pada kelinci merupakan jaringan yang kaya akan sel punca mesenkimal yang dapat diperoleh dengan teknik liposuction atau eksisi jaringan lemak. Sel-sel ini memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai terapi medis, termasuk terapi regeneratif dan pengobatan penyakit degeneratif.
Untuk mengidentifikasi dan memvalidasi sel punca mesenkimal asal kelinci hingga sekarang masih menjadi suatu tantangan tersendiri, karakterisasi menggunakan marker permukaan (surface markers) sangat penting. Pada sel punca mesenkimal manusia, beberapa marker seperti CD73, CD90, dan CD105 sering digunakan untuk menunjukkan keberadaan dan kemurnian sel punca mesenkimal. Namun, pada kelinci, identifikasi surface marker yang tepat masih menjadi tantangan besar.
Berbagai penelitian telah mencoba mengidentifikasi marker permukaan yang spesifik untuk sel punca mesenkimal kelinci, tetapi perbedaan antara spesies dan variabilitas dalam ekspresi marker pada sel punca mesenkimal dari berbagai jaringan masih menjadi hambatan. Tidak semua marker yang digunakan untuk karakterisasi pada manusia dapat diterapkan langsung pada kelinci, karena ada perbedaan dalam profil ekspresi genetik dan molekuler antara kedua spesies ini.
Salah satu sifat kunci dari sel punca mesenkimal adalah kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi tiga jenis sel utama: adiposit (sel lemak), kondrosit (sel rawan), dan osteosit (sel tulang). Untuk menilai potensi diferensiasi tri-lineage pada sel punca mesenkimal kelinci, prosedur kultur sel dan pengujian diferensiasi menjadi adiposit, kondrosit, dan osteosit harus dilakukan dengan hati-hati.
Namun, kemampuan diferensiasi tri-lineage pada sel punca mesenkimal dari lemak visceral kelinci juga menghadapi tantangan. Kualitas sel yang diperoleh dan kondisi lingkungan kultur sangat memengaruhi hasil diferensiasi. Selain itu, ada variabilitas dalam respons diferensiasi antara individu kelinci yang berbeda, yang dapat mengganggu konsistensi hasil penelitian.
Hasil dari penelitian ini menguak beberapa kandidat surface marker kelinci namun kuantifikasi ekspresi tiap marker yang diiteliti masih sangat beragam. Sel punca mesenkimal lemal visceral kelinci pada penelitian menunjukkan semua karakter yang harus dipunyai oleh sel punca mesenkimal secara umum, namun dengan variasi ekspresi surface marker seperti; ekspresi yang sangat tinggi dari CD9, ekspresi sedang penanda CD44 dan CD49f, ekspresi rendah dari penanda CD13 dan CD133 serta tidak mengekspresikan penanda sel punca hematopoeitik (CD 45).
Penulis: Suryo Kuncorojakti, drh., M.Vet., Ph.D.
Disarikan dari:
Aswin A, Susilowati H, Yudaniayanti IS, Susanti L, Diyantoro D, Rodprasert W, Kuncorojakti S. Rabbit visceral adipose stromal cell reveals phenotype and genotype characteristics of adult mesenchymal stem cell. Open Vet J. 2024; 14(12): 3317-3326. doi:10.5455/OVJ.2024.v14.i12.16





