Infeksi jamur yang disebabkan oleh bakteri, yang dikenal sebagai infeksi polimikroba, semakin meningkat. Infeksi polimikroba merupakan interaksi yang disebabkan oleh terbentuknya biofilm polimikroba, terutama antara jamur dan bakteri. Biofilm polimikroba merupakan proses interaksi mikroba multispesies sehingga membentuk komunitas biofilm.
Infeksi biofilm polimikroba memiliki risiko kematian lebih tinggi (sekitar 70%) dibandingkan infeksi yang disebabkan oleh satu spesies mikroba (23%). Biofilm mikroba merupakan bidang penelitian yang penting karena dua alasan. Pertama, memahami bentuk dan keberadaan bakteri dalam komunitas multiseluler merupakan ilmu dasar yang menarik. Kedua, terbentuknya biofilm dapat menimbulkan permasalahan di beberapa bidang, termasuk medis dan industri. Selain itu, biofilm dapat menyebabkan resistensi pengobatan antimikroba, penurunan respons inang, dan resistensi biosida. Beberapa faktor mempengaruhi jenis interaksi antara jamur dan bakteri tergantung pada spesies, strain, dan parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan kadar glukosa. Candida tropicalis merupakan patogen oportunistik dengan tingkat infeksi yang tinggi. Mikroba ini merupakan salah satu patogen paling umum dari spesies non-albicans candida (NAC) dan memiliki kemampuan adhesi tertinggi dibandingkan spesies NAC lainnya.
Pada komunitas polimikroba, beberapa mekanisme dapat terjadi, antara lain mekanisme antagonisme yang mendorong persaingan nutrisi dan mekanisme sinergisme mutualisme kooperatif yang memberikan keuntungan bersama dalam kondisi tertentu. Mekanisme komunikasi antar mikroorganisme sering dikaitkan dengan quorum sensing, yaitu molekul pemberi sinyal yang berperan dalam mengkoordinasikan ekspresi virulensi dan kelangsungan hidup mikroba. Setiap sel mampu merespons molekul quorumsensing (QSM). QSM juga memainkan peran penting dalam pengembangan biofilm, morfogenesis, pembatasan populasi sel, munculnya infeksi, dan proses penyebaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biomassa dan aktivitas metabolisme biofilm yang terbentuk dari interaksi jamur (Candida tropicalis) dengan berbagai bakteri, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus aureus resisten methisilin, Pseudomonas aeruginosa, dan Acinetobacter baumannii. Kesimpulannya, dipastikan bahwa biomassa biofilm dapat dihasilkan dengan kuat pada setiap perlakuan pada parameter biomassa total, sedangkan data aktivitas metabolik menunjukkan bahwa setiap perlakuan dapat melakukan proliferasi sel.
Penulis Agung Dwi Wahyu Widodo





