UNAIR NEWS“ Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang lingkungan berupa Pembuatan Lubang Resapan Biopori telah dilaksanakan di Desa Moropelang pada Jumat (23/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya resap air tanah serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Permasalahan lingkungan yang dihadapi Desa Moropelang antara lain masih rendahnya kemampuan tanah dalam menyerap air, sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan. Selain itu, pemanfaatan teknologi sederhana ramah lingkungan dalam pengelolaan air dan sampah organik belum diterapkan secara optimal.
Melalui program ini, dilakukan pembuatan dan penanaman 8 titik lubang resapan biopori di beberapa lokasi strategis desa. Lubang biopori dibuat menggunakan 8 buah paralon yang dipasang secara vertikal ke dalam tanah. Biopori berfungsi sebagai saluran resapan air sekaligus media penguraian sampah organik secara alami, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan.
Salah satu perwakilan mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa. œPembuatan
lubang resapan biopori ini diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan
dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan, ujarnya.
Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tersedianya sarana pendukung resapan
air tanah serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Program ini
sejalan dengan pencapaian SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan
SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Penulis : Tim BBK 7 Desa Moropelang





