UNAIR NEWS Mengadaptasi fenomena-fenomena dalam dunia nyata menjadi formula angka dan berbagai simbol untuk dipecahkan menjadi tugas para matematikawan. Hal itulah yang tengah dicetak oleh para pengajar di program studi S-1 Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, 51动漫.
Saat ditemui di ruangannya, salah satu pengajar prodi S-1 Matematika Dra. Yayuk Wahyuni, M.Si., menyampaikan tentang prinsip pemodelan matematika. Pemodelan matematika adalah salah satu tahap dari pemecahan masalah matematis. Dalam pemodelan, fenomena-fenomena disederhanakan dalam bentuk matematika. Hasilnya, adalah persamaan, pertidaksamaan, dan lain sebagainya.
淧rinsip dari pemodelan matematika mengacu pada pemecahan masalah. Harapannya, pemodelan dapat membantu peserta didik untuk lebih peka terhadap realita yang sering diabaikan. Ini kemudian yang menjadi fokus kurikulum prodi Matematika, tutur Yayuk.
Sejak semester satu, mahasiswa Matematika sudah diterjunkan ke lapangan. Mereka melakukan identifikasi terhadap masalah, lalu membuat model yang diperlukan, metode penyelesaian, dan solusi. Kebiasaan seperti ini akan membentuk pola pikir yang runtut dan sistematis bagi peserta didik.
淢ereka akan terbiasa menyelesaikan permasalahan secara sistematis dan berpikir logis. Lulusan Matematika akan lebih cepat beradaptasi dengan fenomena sosial pada kerangka pikir disiplin ilmu matematika, lanjut Yayuk.
Koordinator Program Studi S-1 Matematika, Dr. H. M. Imam Utoyo, M.Si., mengatakan bahwa belajar matematika sebenarnya bukan hal yang tak mudah. Namun, problemnya adalah kesan di masyarakat yang beranggapan bahwa belajar matematika itu susah. Hal itulah yang kian menjauhkan matematika dari masyarakat.
Agar matematika kembali dekat dengan masyarakat, para pengajar Departemen Matematika FST UNAIR mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka memberikan edukasi terhadap guru tentang cara belajar matematika yang menarik sehingga mudah dimengerti siswa.
淢isalnya pada materi himpunan. Terdapat dua himpunan yaitu laki-laki dan perempuan. Menentukan relasi dari keduanya akan menghasilkan jawaban. Jawaban yang akan keluar harus dipertanyakan secara runtut dan riil untuk memberikan gambaran yang jelas, terang Imam.
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina Sukma S





