UNAIR NEWS Otoritas Jasa Keuangan menggelar pesta 淛azz in Kampus pada (19/02) di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C. Penampilan dibuka oleh 淛Five yang merupakan grup band jazz asal UNAIR, di mana semua personil JFive masih berstatus sebagai mahasiswa. JFive membawakan lagu-lagu populer kalangan anak milenial yakni Glenn Fredly Terserah, Chrisye Kala Cinta Menggoda, Maliq & D橢ssentials Dia.
Sambutan dilakukan oleh Wakil Rektor II Dr., Muhammad Madyan SE., M.Si., M.Fin. Ia bertutur ini adalah kali pertama Jazz in Kampus dilaksanakan di tempat in door nan sakral, yaitu Aula Garuda Mukti. Dengan mengangkat tema jazz performance, dapat dibuktikan bahwa musik jazz tidak sulit diterima di kalangan masyarakat.
Selama ini, imbuhnya, banyak asumsi yang mengatakan jenis musik jazz tidak universal. Berangkat dari situ Jazz in Kampus ingin mematahkan stigma yang ada dengan menampilkan jati diri jazz sesungguhnya.
淏agi para mahasiswa UNAIR, selamat menikmati penampilan Jazz in Kampus. Semoga Jazz in Kampus dapat dijadikan pelipur sejenak dari aktivitas penat di kampus, lanjut Madyan.
Menyambung sambutan Wakil Rektor II Muhammad Madyan, Indah Kurnia selaku angoota DPR RI dan CEO Jazz in Kampus menceritakan awal mula Jazz in Kampus dilaksanakan, yakni pada tahun 2008. Jazz in Kampus sendiri bakal dilaksanakan selama 3 hari, terhitung mulai 19-21 Februari di 6 kampus Surabaya, termasuk UNAIR.

Menurut Indah Kurnia alasan kuat mengapa aksi panggung jazz dilakukan di kampus-kampus ialah untuk mendapat apresiasi nyata dari mahasiswa. Mahasiswa dinilai sebagai pengamat konkrit yang mampu menganalisis suatu materi secara kritis. Karena sejatinya musisi sejati butuh sebuah apresiasi juga rekognisi.
淪ungguh mengesankan melihat antusiasme para mahasiswa dalam menikmati musik jazz, tutur Indah Kurnia.
Salah satu aksi paggung yang mengguncang para penonton yaitu kala Mus Mujiono tampil menyuarakan lagu Esok Masih Ada oleh Glenn Fredly. Diketahui Mus Mujiono ialah seorang musisi jazz Indonesia legendaris yang mendapat julukan 淕eorge Benson Indonesia.
Laki-laki yang akrab disapa Nono tersebut hampir menguasai seluruh alat musik, dari mulai keyboard, drum, gitar, saksofon, kecuali terompet. (*)
Penulis: Tunjung Senja Widuri
Editor: Binti Q. Masruroh





