Spektrum plasenta akreta (PAS) adalah kondisi di mana plasenta menempel abnormal pada dinding rahim, sering kali setelah operasi sesar sebelumnya, dan kasusnya meningkat secara global. Kondisi ini menyebabkan komplikasi bedah yang signifikan, terutama jika keterikatan plasenta melibatkan area kandung kemih atau struktur serviks. Pengelolaan PAS dalam operasi bergantung pada lokasi dan luasnya keterikatan plasenta, yang memengaruhi pilihan antara operasi konservatif atau histerektomi.
Teknik ultrasonografi tiga dimensi (3D), seperti Crystal Vue dan Realistic Vue, bermanfaat dalam mendiagnosis kompleksitas PAS sebelum dan selama operasi. Melalui teknik ini, tanda-tanda seperti hiperavaskularitas pada leher rahim dapat dinilai dalam tiga tingkatan, dari tingkat ringan hingga tingkat berat, yang masing-masing mencerminkan tingkat risiko perdarahan dan kesulitan operasi. Pasien dengan hiperavaskularitas tingkat 3 menunjukkan risiko tertinggi terhadap perdarahan dan kemungkinan kegagalan operasi konservatif satu tahap.
Pada kasus hiperavaskularitas tingkat 3, risiko perdarahan tak terduga selama operasi meningkat, sehingga diperlukan strategi khusus untuk menghentikan perdarahan, seperti kompresi manual aorta internal. Teknik ini memungkinkan dokter mengendalikan perdarahan dengan cepat dan melanjutkan operasi tanpa meningkatkan risiko morbiditas pada ibu.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG





